KABARWARTA.ID - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) memproyeksikan bahwa hari ini, Selasa (24/3), akan menjadi titik tertinggi pergerakan arus balik pasca-Idulfitri 1447 Hijriah. Estimasi total pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diprediksi mencapai angka 190.429 orang.

Angka proyeksi tersebut merupakan akumulasi dari penumpang yang tiba dan penumpang yang akan berangkat dari berbagai destinasi domestik maupun internasional. Secara rinci, data menunjukkan kedatangan diperkirakan sebanyak 99.680 penumpang, sementara keberangkatan diprediksi mencapai 90.749 penumpang.

Seluruh aktivitas penumpang ini akan terdistribusi di tiga fasilitas utama bandara, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Total keseluruhan penerbangan yang terdaftar untuk hari itu diperkirakan mencapai 1.184 penerbangan, termasuk layanan kargo.

Pantauan langsung di Terminal 3 Bandara Soetta pada Selasa siang memperlihatkan kepadatan di area kedatangan domestik. Banyak penumpang terlihat baru saja menyelesaikan perjalanan mereka dari berbagai kota di Indonesia.

Mayoritas penumpang yang terpantau tiba berasal dari kota-kota besar seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Semarang, hingga Makassar dan Surabaya. Hal ini mengindikasikan berakhirnya masa liburan bagi sebagian besar pemudik.

Kepadatan serupa juga terlihat di Terminal 1 pada pintu kedatangan, di mana seorang pemudik bernama Putri berbagi pengalamannya. Putri menjelaskan bahwa ia sengaja memilih hari ini untuk kembali karena masa cuti kerjanya telah berakhir.

"Karena besok sudah mulai kerja lagi, jadi satu hari sebelum masuk kerja lagi, saya sudah siap sampai di sini," ujar Putri mengenai keputusannya kembali ke Jakarta hari ini.

Putri juga menyoroti kondisi perjalanan arus balik yang ia alami dari Bandara Juanda menuju Bandara Soetta. Menurut pengakuannya, volume penumpang yang tinggi turut memicu kenaikan signifikan pada harga tiket pesawat yang ia beli.

"Untuk balik ke sini juga nge-war juga. Harganya juga naik sekitar 20 persen, dari yang biasanya Rp800 ribu, sekarang Rp1 juta," jelas Putri mengenai lonjakan tarif tiket tersebut.