KABARWARTA.ID - Simpang Susun Cileunyi kini menjadi perhatian serius bagi otoritas lalu lintas selama periode arus mudik tahun 2026. Infrastruktur ini dirancang untuk mengurai kemacetan, namun pada praktiknya masih menyisakan tantangan navigasi bagi para pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, terjadi dinamika yang cukup signifikan di titik pertemuan arus tersebut. Banyak pengendara terlihat ragu saat menentukan arah perjalanan mereka di tengah kepadatan lalu lintas.

Fenomena kebingungan pengendara ini terpantau jelas di lokasi kejadian, sebagaimana dilansir dari detikJabar. Arus kendaraan yang datang dari berbagai arah menuntut konsentrasi tinggi bagi setiap pemudik yang melintas agar tidak salah mengambil jalur.

Pengendara motor yang datang dari arah Garut dilaporkan menjadi kelompok yang paling sering mengalami disorientasi rute. Mereka kerap kali terjebak dalam arus kendaraan roda empat yang secara alami mengarah ke jalur bebas hambatan.

Faktor utama penyebab terjadinya salah jalur ini dianalisis berasal dari kombinasi antara penurunan fokus pengendara dan minimnya rambu petunjuk. Penanda jalan yang tersedia dinilai kurang mencolok bagi pemudik yang sedang menempuh perjalanan jarak jauh.

"Banyak pemudik roda dua yang tanpa sadar mengikuti arus kendaraan roda empat di depan mereka sehingga salah masuk jalur," tulis laporan pemantauan di kawasan Simpang Susun Cileunyi tersebut.

Akibat dari disorientasi navigasi ini, banyak pemudik yang berbelok ke arah kiri menuju jalur khusus masuk Gerbang Tol (GT) Cileunyi. Padahal, secara regulasi dan keamanan, jalur tersebut dilarang keras untuk dilintasi oleh kendaraan roda dua.

Kejadian ini terus berulang sepanjang pagi hari saat volume kendaraan mulai meningkat tajam menuju arah Bandung maupun Jakarta. Petugas di lapangan harus bekerja ekstra untuk mengarahkan kembali para pemudik yang tidak sengaja masuk ke area tol.

Analisis mendalam menunjukkan bahwa diperlukan penambahan rambu informasi yang lebih besar dan kontras sebelum memasuki area simpang susun. Langkah preventif ini sangat krusial guna meminimalisir risiko kecelakaan serta hambatan arus lalu lintas selama masa mudik.