KABARWARTA.ID - Aktivitas di Stasiun Bandung pada hari kedua setelah perayaan Idul Fitri 2026 terpantau masih menunjukkan kepadatan yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa gelombang pergerakan masyarakat pasca-libur Lebaran belum sepenuhnya mereda.
Arus penumpang yang terpantau di stasiun mencakup mereka yang melakukan perjalanan pulang kampung sekaligus mereka yang baru memulai liburan. Tingginya mobilitas ini mencerminkan dampak berkelanjutan dari masa libur panjang Idul Fitri tahun ini.
Fenomena ini tidak hanya terkait dengan pemudik yang kembali ke kota tujuan masing-masing. Sebagian besar penumpang juga memanfaatkan momentum libur panjang ini untuk melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi.
Suasana di area stasiun terlihat ramai dengan kehadiran penumpang yang membawa berbagai jenis barang bawaan. Rombongan keluarga dan kelompok wisatawan tampak mendominasi area keberangkatan dan kedatangan.
Kepadatan penumpang ini dikonfirmasi oleh pihak manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Data menunjukkan bahwa volume pergerakan penumpang masih berada pada level yang tinggi.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, memberikan keterangan mengenai tingginya volume penumpang pada hari Minggu (22/3/2026) siang. Data yang dihimpun menunjukkan tren pergerakan yang masih kuat.
Uji Coba Rudal Iran 'Majid': Mampukah Sistem Pertahanan Udara Lokal Hadapi Kecanggihan F-35 AS?
"Pada Minggu (22/3/2026) siang, jumlah penumpang masih cukup tinggi," ujar Kuswardojo, mengonfirmasi situasi di lapangan.
Lebih lanjut, Kuswardojo memaparkan angka spesifik terkait keberangkatan dari wilayah operasional mereka. Tercatat ada lebih dari 22 ribu penumpang kereta api yang berangkat dari stasiun-stasiun di Daop 2 Bandung.
"Tercatat ada 22 ribu lebih penumpang kereta yang berangkat dari stasiun di Wilayah Daop 2 Bandung," kata Kuswardojo, merinci catatan keberangkatan pada hari tersebut.