KABARWARTA.ID - PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan rencana peningkatan pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sepanjang jalur Trans Sumatera menjelang periode mudik tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap laporan dan keluhan yang diterima dari para pemudik mengenai kesulitan mendapatkan energi di lintasan tersebut.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM di seluruh wilayah operasional perusahaan, termasuk koridor mudik Trans Sumatera, dipastikan sangat memadai. Oleh karena itu, fokus pengawasan diperketat guna menelusuri dugaan adanya praktik kecurangan di lapangan.
Dalam Konferensi Pers Kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 yang dilaksanakan pada Senin (16/3), Mars Ega menyampaikan pandangannya mengenai situasi tersebut. "Terkait Sumatra, tadi disampaikan ketersediaannya ada ya di pengecer. Itu berarti tidak langka, berarti ini masalah pengawasan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pertamina akan memanfaatkan sistem yang sudah ada untuk mendeteksi anomali transaksi. "Kami sudah menggunakan sistem subsidi tepat, nanti kita akan telaah. Di dalam subsidi tepat ini kita bisa melakukan profiling," tambah Mars Ega.
Salah satu mekanisme pengawasan baru yang akan diterapkan adalah melalui profiling nomor polisi kendaraan. Tujuannya adalah memverifikasi bahwa pembelian BBM oleh konsumen tidak melebihi kapasitas wajar kendaraan mereka.
Profiling ini akan difokuskan pada pola transaksi yang mencurigakan, baik dari segi volume maupun frekuensi pembelian. Mars Ega menjelaskan lebih lanjut mengenai identifikasi transaksi tidak wajar tersebut. "Kami akan profiling nopol-nopol kendaraan yang sekiranya melakukan transaksi tidak wajar, baik secara volume maupun frekuensinya. Mungkin dia bolak-balik sehari bisa dua-tiga kali, ini kita akan bisa melakukan profiling itu," jelasnya.
Selain inovasi teknologi pengawasan, Pertamina juga berencana memperkuat sinergi dengan pihak eksternal. Mereka akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di wilayah Trans Sumatera.
"Nah, ini mungkin dari sisi pengawasannya yang akan kita tingkatkan," tegas Mars Ega mengenai upaya kolaboratif dalam pengetatan pengawasan di jalur vital tersebut.
Mengenai ketahanan stok secara umum selama masa puncak permintaan, Mars Ega meyakinkan masyarakat bahwa kebutuhan BBM untuk periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini sangat aman terjamin. Meskipun ketahanan stok tercatat sekitar 21 hingga 22 hari, proses pengisian ulang dilakukan secara berkelanjutan.