KABARWARTA.ID - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyambut positif langkah strategis PT Pertamina (Persero) dalam menggabungkan tiga anak usahanya. Merger ini dipandang sebagai upaya fundamental untuk mendongkrak efisiensi operasional perusahaan energi milik negara tersebut.
Restrukturisasi besar ini merupakan bagian integral dari transformasi strategis yang sedang digalakkan Pertamina. Tujuannya jelas, yakni untuk meningkatkan performa perusahaan secara menyeluruh dan signifikan.
Salah satu harapan utama dari langkah konsolidasi ini adalah peningkatan kontribusi finansial kepada kas negara. Hal ini terungkap dalam pandangan salah satu anggota Komisi VI DPR RI.
"Penggabungan ini saya kira upaya transformasi yang strategis bagaimana untuk bisa meningkatkan performa dan utamanya tentu pendapatan dan dividen nanti kepada negara," ujar Herman Khaeron kepada CNNIndonesia.com, Rabu (11/3).
Herman Khaeron juga menyoroti sisi manajemen operasional yang akan semakin lancar berkat integrasi rantai bisnis. Integrasi ini mencakup sektor pengolahan, distribusi, hingga pengapalan dalam satu sistem terpadu.
Menurutnya, penyatuan ini akan mempercepat pengambilan keputusan karena seluruh kegiatan bisnis kini berada di bawah satu payung manajemen yang solid. Hal ini mencakup seluruh rangkaian dari hilir, pengolahan kilang, hingga fungsi shipping sebagai pemasok utama.
Dengan terbentuknya subholding downstream yang terintegrasi ini, Pertamina diproyeksikan menjadi entitas yang lebih tangguh dan kompetitif di pasar energi global. Pada akhirnya, diharapkan berdampak positif pada peningkatan laba perusahaan BUMN ini.
"Lebih kompetitif dan juga pada akhirnya akan bisa meraih laba lebih baik," imbuhnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi VI DPR RI lainnya, Muhammad Sarmuji, meyakini konsolidasi tiga anak usaha tersebut akan menghasilkan efisiensi pengelolaan sumber daya yang jauh lebih besar. Ia mengamati bahwa selama ini, entitas yang berdiri sendiri cenderung bersaing mencari keuntungan internal grup.