KABARWARTA.ID - Gelombang pemudik yang telah merayakan Hari Raya Idul Fitri mulai menunjukkan pergerakan masif kembali ke kota asal masing-masing. Fenomena ini terlihat jelas di wilayah Garut, Jawa Barat, sebagai salah satu titik krusial arus balik.

Ribuan kendaraan terpantau padat meninggalkan wilayah Garut pada hari Kamis, tepatnya tanggal 26 Maret 2026. Pergerakan ini terpusat pada dua jalur utama yang menjadi alternatif penting menuju arah barat.

Dua jalur vital yang menjadi sorotan dalam arus balik kali ini adalah jalur Limbangan dan juga jalur Kadungora. Kedua rute ini berfungsi sebagai arteri utama bagi pemudik yang ingin keluar dari wilayah Garut.

Situasi lalu lintas terpantau pada Kamis siang sekitar pukul 14.35 WIB menunjukkan tren ramai namun tetap mengalir lancar. Hal ini merupakan hasil dari upaya pengaturan lalu lintas yang telah diterapkan oleh pihak berwenang.

Arus kendaraan didominasi oleh mobil-mobil pribadi yang melaju dari kawasan Garut melalui Kadungora. Selain itu, terlihat pula kendaraan yang datang dari arah Tasikmalaya melalui jalur Limbangan.

Semua kendaraan yang terpantau bergerak menuju arah Bandung, menandakan bahwa mayoritas pemudik tersebut bertujuan kembali ke kawasan metropolitan Jawa Barat bagian utara.

Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang signifikan, pihak kepolisian masih memberlakukan sistem satu jalur atau one way. Kebijakan ini diterapkan secara situasional jika kepadatan lalu lintas mencapai titik kritis.

"Polisi masih memberlakukan sistem satu jalur kendaraan atau one way, jika terjadi kepadatan," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak kepolisian terkait manajemen arus balik ini.

Pantauan langsung di sejumlah titik di jalur mudik Garut mengkonfirmasi bahwa meskipun volume kendaraan tinggi, koordinasi pengaturan lalu lintas berjalan efektif. Hal ini menjaga kelancaran pergerakan hingga sore hari.