KABARWARTA.ID - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah memberikan dispensasi khusus kepada salah satu mitra strategisnya di Asia, yaitu Korea Selatan, terkait pembelian minyak dari Rusia. Langkah ini diambil di tengah upaya global untuk menstabilkan pasokan energi.

Korea Selatan, yang merupakan sekutu dekat Washington, kini mendapatkan kelonggaran untuk mengimpor minyak mentah dari Moskow meskipun Rusia sedang berada di bawah sanksi yang diberlakukan oleh AS. Kelonggaran ini datang dengan beberapa persyaratan spesifik yang harus dipenuhi Seoul.

Pejabat dari Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan mengonfirmasi adanya kebijakan baru ini. "AS sebelumnya mengumumkan pelonggaran sementara terkait sanksi minyak mentah dan produk petroleum Rusia," ujar Yang Gi-uk, dilansir dari CNN pada Kamis (26/3).

Meskipun demikian, Yang Gi-uk menekankan bahwa negosiasi terkait detail teknis masih terus berjalan antara kedua negara. Pihak Seoul masih melakukan konsultasi intensif dengan Washington untuk memastikan semua aspek dispensasi tersebut jelas dan terperinci.

Yang juga memberikan jaminan penting mengenai aspek finansial dari transaksi ini. Ia menyatakan bahwa AS tidak akan menerapkan sanksi sekunder terhadap Pemerintah Korea Selatan atau perusahaan lokal yang terlibat dalam perdagangan minyak dengan Rusia.

Lebih lanjut, mengenai mekanisme pembayaran, terdapat fleksibilitas yang diberikan oleh AS. Disebutkan bahwa proses pembayaran untuk impor minyak Rusia ini tidak terbatas hanya menggunakan mata uang Dolar AS.

Selain Korea Selatan, negara Asia lainnya yang juga menerima izin serupa adalah India. India telah diizinkan oleh AS untuk melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia dalam rangka mengatasi potensi krisis pasokan energi.

Dispensasi yang diberikan kepada India bersifat singkat, yakni selama 30 hari, dan dikeluarkan oleh Departemen Keuangan AS pada Kamis (5/3). Tujuannya adalah memastikan aliran minyak tetap lancar ke pasar internasional.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan tujuan dari kebijakan ini dalam sebuah pernyataan. "Untuk memastikan minyak terus mengalir ke pasar global, Departemen Keuangan mengeluarkan pengecualian sementara 30 hari untuk memungkinkan perusahaan pengolahan minyak India membeli minyak Rusia," dikutip Reuters pada Kamis (5/3).