Perjanjian Dagang Indonesia-AS 2026: Pembukaan Pasar Lebih dari 99% Produk AS Tuai Pujian Pengusaha Amerika

Jakarta – Perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), yang dikenal sebagai Agreements on Reciprocal Trade (ART), telah memicu gelombang pujian dari kalangan pengusaha AS. Kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump ini secara efektif membebaskan tarif masuk bagi lebih dari 99% produk asal Amerika Serikat ke pasar Indonesia.

Pemberlakuan perjanjian ini, yang berlaku efektif sejak awal tahun 2026, disambut hangat oleh berbagai sektor industri AS. Mulai dari peternakan, pertanian, energi terbarukan, hingga teknologi pengelolaan data, para pelaku usaha AS melihat adanya peluang ekspansi bisnis yang signifikan berkat kemudahan akses pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa.

Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) dalam rilis resminya pada Jumat (27/2/2026) menyatakan bahwa kesepakatan ini tidak hanya memperdalam kemitraan ekonomi kedua negara sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga membuka pintu bagi petani, produsen, dan pengusaha AS untuk menjangkau konsumen Indonesia.

"Presiden Trump mengumumkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik dengan Indonesia, menghapus hambatan tarif pada lebih dari 99% produk AS untuk memperluas akses warga Amerika ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang," demikian kutipan dari situs resmi USTR.

Sambutan Hangat dari Industri AS: Dukungan Beragam Sektor

Berbagai asosiasi dan perwakilan industri di Amerika Serikat telah menyampaikan apresiasi mereka terhadap terobosan ini. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat hubungan bilateral.

Sektor Pangan dan Pertanian: Peluang Ekspansi Produk Susu, Daging, dan Biji-bijian

Presiden dan CEO National Milk Producers Federation, Gregg Doud, menyambut baik pembukaan pasar Indonesia yang dinilainya sebagai pasar krusial bagi peternak sapi perah AS. "Terima kasih kepada Duta Besar Greer dan tim USTR atas upaya mereka dalam mengamankan akses yang lebih luas yang secara langsung akan meningkatkan permintaan produk susu AS," ujar Doud.