KABARWARTA.ID - Suasana duka kini menyelimuti kawasan konservasi Bandung Zoo atau yang dikenal sebagai Kebun Binatang Bandung. Salah satu koleksi satwa berharganya, seekor anak harimau benggala, kembali dilaporkan kehilangan nyawa.
Anak harimau yang diberi nama Hara tersebut harus mengembuskan napas terakhirnya di dalam kandang perawatan. Kejadian memilukan ini menambah daftar kehilangan satwa di lokasi tersebut dalam waktu yang sangat berdekatan.
Kepergian Hara terjadi hanya berselang beberapa hari setelah saudara kembarnya yang bernama Huru terlebih dahulu mati. Kabar ini menjadi pukulan telak bagi upaya pelestarian satwa eksotis di kebun binatang kebanggaan warga Bandung tersebut.
Hingga saat ini, pihak pengelola belum memberikan keterangan mendalam mengenai penyebab pasti di balik kematian beruntun kedua anak harimau tersebut. Informasi detail terkait kondisi kesehatan terakhir satwa masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat telah turun tangan untuk memantau situasi ini secara langsung. Kehadiran otoritas terkait diperlukan guna memastikan prosedur penanganan satwa telah dilakukan sesuai standar yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kabar mengenai hilangnya nyawa satwa dilindungi ini telah sampai ke telinga para pemangku kepentingan. Hal tersebut dikonfirmasi kebenarannya melalui keterangan resmi pihak berwenang, dilansir dari laporan lapangan.
Humas BBKSDA Jawa Barat, Ery Mildranaya, memberikan pernyataan singkat untuk merespons pertanyaan mengenai kabar duka yang tengah beredar. Ia membenarkan bahwa terdapat laporan kematian susulan pada koleksi harimau di sana.
"Memang benar telah terjadi kematian pada anak harimau yang kedua di lokasi tersebut," kata Ery Mildranaya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ery melalui pesan singkat saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis, 26 Maret 2026. Kejadian ini kini menjadi perhatian serius bagi pecinta satwa dan otoritas konservasi di wilayah Jawa Barat.