KABARWARTA.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi angkat bicara mengenai berbagai kritik yang dilayangkan warganet terkait penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Kritik tersebut mencakup isu kepadatan di sejumlah titik selama periode arus balik dan arus mudik.
Pihaknya menegaskan bahwa semua kendala yang muncul selama musim mudik tahun ini akan dijadikan bahan evaluasi penting untuk perbaikan pelaksanaan di masa mendatang.
"Itu menjadi bahan evaluasi kami untuk tahun depan apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan hal-hal seperti itu," kata Dudy Purwagandhi saat berada di Jasa Marga Toll Road Command Center, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (25/3).
Menanggapi sorotan mengenai kondisi di Tol Cikampek yang dipenuhi kendaraan, Dudy memberikan klarifikasi spesifik mengenai terminologi yang digunakan. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut lebih tepat disebut kepadatan arus, bukan kemacetan total.
"Kalo mengenai macet yang di.... (Tol Cikampek) bukan macet sih sebenarnya, kan teman-teman bisa lihat terjadi kepadatan," ujar Dudy Purwagandhi, merujuk pada tingginya volume kendaraan.
Menurut data yang dihimpun Jasa Marga, puncak arus mudik tahun ini tercatat pada Rabu (18/3), dengan volume kendaraan mencapai angka historis 270.315 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.
Volume kendaraan puncak tersebut mengalami kenaikan 98,3 persen dari kondisi normal, sekaligus naik 4,6 persen dibandingkan puncak mudik Lebaran tahun 2025.
Meskipun terjadi lonjakan volume yang ekstrem, Dudy mengklaim bahwa rata-rata kecepatan kendaraan selama periode tersebut masih tergolong baik.
"Jadi memang lonjakan cukup tinggi, namun demikian kendaraan kalau secara rata-rata yang saya dapat dari Jasa Marga bahwa kecepatannya masih cukup baik gitu," ucap Dudy Purwagandhi.