KABARWARTA.ID - Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Kamis (26/3) sore ditutup dengan kinerja yang kurang memuaskan bagi para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan cukup dalam pada penutupan hari tersebut.
IHSG secara agregat harus kehilangan 138,02 poin, yang setara dengan penurunan sebesar 1,89 persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya. Akibatnya, indeks acuan nasional ini berakhir di level 7.164 poin.
Data dari RTI Infokom menunjukkan bahwa total nilai transaksi yang tercatat pada hari itu mencapai Rp32,34 triliun. Volume saham yang berpindah tangan selama sesi perdagangan juga cukup besar, yakni sebanyak 31,14 miliar lembar saham.
Pada akhir sesi, mayoritas saham justru berada di zona merah, menandakan tekanan jual yang kuat mendominasi pasar. Tercatat, sebanyak 380 saham mengalami koreksi harga yang signifikan sepanjang hari perdagangan.
Sementara itu, hanya sebagian kecil saham yang berhasil mempertahankan kenaikan nilainya, yaitu sebanyak 292 saham yang menguat. Selain itu, terdapat 148 saham lainnya yang ditutup stagnan tanpa perubahan harga.
Analisis sektoral menunjukkan bahwa tekanan jual meluas di hampir seluruh lini bisnis di bursa domestik. Sebanyak 10 dari total 11 sektor indeks tercatat mengalami pelemahan pada penutupan hari itu.
Satu-satunya sektor yang berhasil mencatatkan kinerja positif adalah sektor transportasi, yang ditutup menguat sebesar 2,55 persen. Sementara itu, sektor energi menjadi sektor yang mengalami pelemahan paling signifikan, walau data menyebutkan sektor energi justru naik 2,92 persen, mengindikasikan adanya anomali sektoral hari itu.
Menilik perkembangan bursa global, sentimen negatif juga tampak mendominasi pasar saham di kawasan Asia. Indeks-indeks utama di wilayah tersebut mayoritas terpantau bergerak di zona merah pada penutupan hari yang sama.
"Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong melemah 1,89 persen, indeks Straits Times di Singapura minus 0,14 persen, indeks Shanghai Composite di China turun 1,09 persen, dan indeks Nikkei 225 di Jepang 0,27 persen," demikian tercatat perkembangan bursa Asia, mengindikasikan sentimen global yang cenderung negatif.