Jakarta – Peristiwa tak biasa terjadi di Kebun Binatang Kota Ichikawa, Jepang, di mana seekor bayi monyet Jepang bernama Punch (Panchi-kun) harus dirawat oleh penjaga kebun binatang sejak lahir pada Juli 2025. Keberadaannya yang ditemani boneka orangutan kecil menimbulkan pertanyaan: mengapa sang induk tega menelantarkan bayinya? Fenomena ini membuka diskusi tentang perilaku primata dan faktor-faktor yang dapat memengaruhinya, bahkan di luar habitat alami.
Mengapa Bayi Monyet Jepang Butuh Perhatian Ekstra?
Bagi bayi monyet Jepang (Japanese macaque), insting pertama setelah lahir adalah mencengkeram erat tubuh induknya. Gerakan ini bukan sekadar bentuk kedekatan, melainkan juga untuk melatih kekuatan otot yang vital bagi kelangsungan hidupnya. Kehilangan kontak fisik dengan induk dapat menimbulkan kecemasan dan rasa kesepian yang mendalam. Oleh karena itu, staf kebun binatang memberikan boneka sebagai pengganti sementara sosok ibu bagi Punch.
Setelah beberapa bulan dirawat intensif oleh manusia, Punch akhirnya diperkenalkan kembali ke kawanannya pada Januari 2026. Namun, proses adaptasinya tidak berjalan mulus. Ia kerap dikejar-kejar oleh kera yang lebih tua, menunjukkan kesulitan dalam diterima oleh kelompok. Meskipun demikian, pihak kebun binatang melaporkan bahwa kawanan tersebut kini mulai menunjukkan penerimaan terhadap Punch, memberikan harapan bagi masa depan sosialnya.
Penelantaran Bayi Primata: Fenomena yang Sangat Jarang Terjadi
Menurut para ahli, penelantaran bayi oleh induk primata di alam liar merupakan kejadian yang sangat langka. John Mitani, seorang ahli ekologi perilaku primata, menyatakan bahwa induk primata dikenal sebagai salah satu induk terbaik di kerajaan hewan. "Mereka biasanya sangat memperhatikan bayi mereka dan menjaga tetap dekat beberapa minggu dan bulan pertama," ujar Mitani, mengutip Huff Post.
Pada spesies seperti kera Jepang, ikatan sosial antara induk dan anak betina bersifat jangka panjang, di mana betina cenderung tetap berada di kelompok kelahirannya sepanjang hidup. Hal ini menjadikan kasus penelantaran bayi seperti Punch sebagai anomali yang sangat langka.
Faktor Pemicu Penolakan Induk Primata
Meskipun jarang, penolakan bayi oleh induk primata bisa saja terjadi, terutama dalam situasi penangkaran. Laporan menyebutkan bahwa Punch lahir saat Jepang dilanda gelombang panas ekstrem, kondisi yang dapat meningkatkan tingkat stres pada induk.