KABARWARTA.ID - Kabar duka menyelimuti dunia konservasi satwa di Bandung setelah seekor anak Harimau Benggala koleksi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) dikabarkan meninggal dunia. Satwa muda tersebut diketahui baru berusia delapan bulan.

Nama anak harimau yang mati tersebut adalah Hara, dan kematiannya menimbulkan pertanyaan serius mengenai manajemen kesehatan koleksi satwa di kebun binatang tersebut. Dugaan awal mengarah pada infeksi virus yang sangat menular di kalangan karnivora besar.

Pihak berwenang menduga bahwa Hara meninggal akibat terjangkit virus panleukopenia. Virus ini dikenal umum menyerang dan menyebabkan penyakit serius pada spesies kucing, termasuk kucing besar seperti harimau.

Menanggapi insiden tragis ini, Pusat Studi Lingkungan Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mulai melakukan penelusuran lebih lanjut. Mereka segera mengintensifkan komunikasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi kematian Hara.

Kepala Pusat Studi Lingkungan Fakultas Komunikasi Unpad, Herlina Agustin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan diskusi mendalam dengan para dokter hewan yang menangani kasus ini. Fokus diskusi adalah mencari penyebab pasti kematian satwa tersebut.

"Pihaknya telah berdiskusi dengan dokter hewan terkait kematian anak harimau itu," ungkap Herlina Agustin mengenai langkah awal yang diambil pasca insiden tersebut.

Lebih lanjut, Herlina Agustin menyoroti dua aspek krusial yang harus dievaluasi secara mendalam menyusul kematian Hara. Aspek tersebut adalah standar biosekuriti dan standar kesejahteraan hewan (animal welfare).

"Menanggapi kejadian ini, Herlina menyoroti aspek biosecurity dan animal welfare," kata Herlina Agustin, menekankan perlunya perbaikan sistem manajemen di Bandung Zoo.

Evaluasi terhadap biosekuriti menjadi penting untuk mencegah penularan penyakit serupa di masa mendatang, terutama mengingat virus panleukopenia dapat menyebar dengan cepat antarspesies. Perhatian terhadap animal welfare juga dinilai vital untuk menjamin kualitas hidup setiap koleksi satwa.