KABARWARTA.ID - Memasuki hari pertama setelah perayaan Idulfitri (H+1 Lebaran), arus lalu lintas menuju destinasi wisata di pesisir selatan Sukabumi dilaporkan mengalami kepadatan signifikan. Kondisi ini diperparah oleh adanya kerusakan infrastruktur jalan yang menghambat laju kendaraan.

Ribuan wisatawan yang merencanakan perjalanan ke kawasan Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh mendapati hambatan tak terduga. Titik kemacetan utama terpusat di sekitar lokasi jalan nasional yang mengalami ambles.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa antrean kendaraan terlihat sangat panjang pada Minggu, 22 Maret 2026. Kemacetan membentang dari area Bojonggaling, yang berlokasi di Kecamatan Bantargadung, hingga mencapai titik kerusakan jalan tersebut.

Jalur utama yang menjadi urat nadi pergerakan wisatawan ini menghubungkan beberapa titik penting, termasuk dari arah Bogor, Cibadak, serta Kota Sukabumi. Kondisi ini menunjukkan tingginya volume kendaraan pasca libur panjang.

Kendaraan pribadi mendominasi kepadatan lalu lintas di lokasi yang rusak tersebut. Pelat nomor yang terlihat didominasi kode B, F, dan D, menandakan banyaknya wisatawan dari luar wilayah Sukabumi yang melintas.

Kondisi jalan yang rusak di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kabupaten Sukabumi, menjadi penyebab utama kemacetan yang merayap. Infrastruktur yang terganggu ini memaksa kendaraan bergerak sangat lambat.

Dilansir dari detikJabar, situasi di lokasi pada saat pemantauan menunjukkan antrean kendaraan yang mengular panjang. Kejadian ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemudik dan wisatawan yang ingin menikmati liburannya.

Kepadatan ini merupakan dampak langsung dari kerusakan jalan nasional yang menghambat kelancaran arus lalu lintas pada periode puncak libur Lebaran. Upaya penguraian kemacetan terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

"Antrean kendaraan mengular mulai dari kawasan Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung hingga titik jalan ambles," demikian pemantauan yang dilakukan di lokasi kejadian.