KABARWARTA.ID - Kabar duka menyelimuti Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menyusul meninggalnya salah satu satwa koleksi mereka. Anak harimau Benggala yang diberi nama Hara dilaporkan tutup usia pada hari-hari terakhir ini.
Kematian Hara disebabkan oleh infeksi virus yang sangat berbahaya dan menular di kalangan hewan. Virus yang menyerang tersebut diketahui merupakan jenis panleukopenia, sebuah penyakit yang memiliki tingkat fatalitas tinggi.
Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi pihak pengelola kebun binatang. Mereka kini tengah berupaya maksimal untuk menyelamatkan anak harimau lainnya yang masih hidup.
Saudara kandung Hara yang bernama Huru kini menjadi fokus utama perawatan medis di fasilitas kebun binatang tersebut. Kondisi Huru dilaporkan masih sangat kritis dan memerlukan penanganan khusus.
Perawatan intensif sedang dilakukan oleh tim dokter hewan untuk memastikan Huru bisa melewati masa kritis ini. Upaya ini mencakup isolasi ketat serta pemberian nutrisi dan obat-obatan sesuai protokol kesehatan satwa.
Kabar mengenai kondisi tragis ini tersebar luas, menarik perhatian publik terhadap kesehatan koleksi satwa di Bandung Zoo. Kejadian ini menyoroti pentingnya program vaksinasi dan biosekuriti.
Meskipun artikel asli tidak menyertakan kutipan langsung dari narasumber mengenai kronologi spesifik, penting untuk dicatat bahwa ilustrasi foto menampilkan Jelita dan Sarukh Khan, orang tua dari anak harimau tersebut. Foto itu memperlihatkan momen saat kedua induk harimau itu pernah melahirkan dua anak harimau di Bandung Zoo pada masa lalu.
Situasi ini memerlukan transparansi penuh dari manajemen kebun binatang mengenai langkah-langkah pencegahan yang akan diambil ke depan. Fokus utama saat ini adalah pemulihan Huru dan sterilisasi kandang.
Fokus utama tim medis saat ini adalah memulihkan kondisi Huru dari paparan virus yang sama. Mereka berupaya keras agar tidak ada lagi korban jiwa dari kawanan harimau Benggala muda tersebut.