KABARWARTA.ID - Sebuah kisah mengharukan terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, melibatkan seorang pemudik bernama Arifin yang berusia 45 tahun. Ia terpaksa menghentikan perjalanannya dan berjalan kaki karena kendala finansial yang tak terduga.
Arifin diketahui sedang dalam perjalanan mudik dari tempatnya bekerja menuju kampung halaman tercinta di Surabaya. Ironisnya, niat baik untuk kembali ke kampung halaman harus terganjal di tengah jalan karena kehabisan bekal.
Pria yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai buruh kelapa sawit di Riau ini memulai perjalanannya dengan harapan besar. Namun, harapan tersebut mulai memudar ketika ia tiba di area Jakarta.
Setelah tiba di ibu kota, Arifin menyadari bahwa sisa uangnya sudah tidak mencukupi untuk melanjutkan perjalanan jarak jauh tersebut. Situasi ini memaksanya mengambil keputusan sulit untuk melanjutkan perjalanan dengan cara yang tidak lazim.
Ia sempat mendapatkan tumpangan hingga mencapai wilayah Bekasi, yang memberikan sedikit jeda dalam perjalanannya yang melelahkan itu. Dari Bekasi, Arifin harus melanjutkan perjuangan seorang diri.
Kondisi semakin berat ketika ia harus menempuh sisa perjalanan ratusan kilometer menuju Surabaya dengan berjalan kaki. Hal ini disebabkan karena seluruh ongkosnya benar-benar telah habis.
Update Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Cimahi: Jemaah Muhammadiyah Kedepankan Pesan Damai
Kabar mengenai nasib Arifin ini akhirnya sampai ke telinga petugas kepolisian di wilayah Karawang. Pihak kepolisian segera memberikan perhatian dan bantuan kemanusiaan kepada pemudik yang kelelahan tersebut.
Salah satu narasi kunci dari kejadian ini adalah pengakuan Arifin mengenai pekerjaannya sebelum mudik. "Arifin, yang bekerja sebagai buruh kelapa sawit di Riau, awalnya berangkat mudik dengan harapan dapat pulang ke kampung halamannya di Surabaya," dilansir dari laporan awal kejadian.
Lebih lanjut, mengenai titik balik keputusasaannya, terdapat keterangan yang menjelaskan kondisi keuangannya. "Ia sempat menumpang kendaraan hingga Bekasi. Setelah itu, Arifin melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena tidak memiliki ongkos, meski jarak menuju Surabaya masih ratusan kilometer," ungkap petugas yang mengevakuasi.