Jakarta – Punch, monyet bayi Japanese macaque di Ichikawa City Zoo, Jepang, yang sempat menjadi sorotan dunia karena kesepiannya, kini menunjukkan perkembangan positif. Setelah melalui masa adaptasi yang sulit, Punch perlahan mulai diterima dan berinteraksi dengan kawanan monyet di habitatnya, memicu kelegaan di kalangan pengikutnya di media sosial.

Punch, yang lahir pada 26 Juli 2025, mengalami awal kehidupan yang berat. Ia ditolak oleh induknya dan harus dirawat intensif oleh petugas kebun binatang. Untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya, Punch diberi boneka orangutan dari IKEA yang ia juluki "Oran-Mama".

Momen Awal Adaptasi yang Mengharukan

Perkenalan Punch ke area Monkey Mountain pada 19 Januari 2026 menandai awal dari perjalanannya yang viral. Proses adaptasi berlangsung penuh tantangan. Perbedaan bau akibat perawatan manusia, warna bulu yang sedikit berbeda, dan keterlambatan dalam mengeluarkan suara khas monyet membuatnya terlihat terasing.

Video dan foto Punch yang duduk sendiri sambil memeluk bonekanya menyebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, X, Reddit, dan Instagram. Netizen merasa sedih melihatnya dijauhi atau didorong oleh monyet dewasa. Tagar #SemangatPunch menjadi tren di Jepang, sementara dukungan internasional membanjiri.

Dampak Viral dan Dukungan Publik

Simpati publik berdampak nyata. Kunjungan ke Ichikawa City Zoo melonjak sejak awal Februari 2026. Bahkan, IKEA Jepang turut memberikan dukungan dengan menyumbangkan boneka cadangan untuk Punch.

Perkembangan Sosial: Dari Sendiri Menjadi Bagian dari Kawanan

Dalam pembaruan terbaru, pihak kebun binatang mengumumkan bahwa Punch kini mulai memahami hierarki sosial kawanan dan menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi langsung dengan monyet lain. Momen paling menyentuh terjadi ketika seekor monyet dewasa bernama Onsing terlihat memeluk Punch. Interaksi ini dianggap sebagai tanda penerimaan sosial yang kuat di kalangan primata.