KABARWARTA.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung telah merilis data terbaru mengenai pergerakan kendaraan wisatawan yang mengunjungi "Kota Kembang" selama masa libur Lebaran 2026. Angka tersebut menunjukkan arus kendaraan yang sangat masif selama periode libur panjang tersebut.

Secara akumulatif, tercatat sebanyak 1.101.013 kendaraan wisatawan yang terpantau masuk ke wilayah Kota Bandung. Data ini merefleksikan tingginya minat masyarakat untuk berwisata di kota tersebut pasca perayaan hari raya.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung selama periode yang sama juga tercatat signifikan. Sebanyak 758.348 kendaraan terdata telah keluar dari wilayah administrasi Kota Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, Rasdian, memberikan keterangan mengenai titik-titik utama yang memantau pergerakan kendaraan ini. Total ada sepuluh akses yang menjadi fokus pencatatan keluar masuknya wisatawan.

"Ada 10 akses yang tercatat menjadi titik keluar-masuk kendaraan wisatawan," jelas Rasdian, mencerminkan adanya jaringan infrastruktur yang terintegrasi dalam pemantauan arus mudik dan balik.

Titik dengan volume pergerakan tertinggi teridentifikasi di kawasan Bundaran Cibiru. Kawasan ini mencatat volume kedatangan sebanyak 195.800 kendaraan dan keberangkatan sebanyak 117.118 kendaraan.

"Di Bandung kan ada 5 exit tol dari Pasteur sampai Summarecon. Terus jalur regulernya itu dari Cibeureum sampai Bundaran Cibiru," kata Rasdian, merinci pembagian jalur utama yang dilalui wisatawan.

Lebih lanjut, Rasdian menekankan tingginya kepadatan harian yang terjadi selama periode libur tersebut. "Kalau sehari saja ada puluhan ribu itu yang keluar-masuk ke Kota Bandung selama liburan ini," ucapnya, memberikan gambaran skala mobilitas harian.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Bandung pada hari Kamis, 26 Maret 2026, sebagai evaluasi awal mengenai dampak libur Lebaran terhadap infrastruktur lalu lintas kota.