KABARWARTA.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini mulai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui interaksi di media sosial, termasuk saat melakukan siaran langsung di platform TikTok, ia menemukan berbagai keresahan yang dialami oleh publik.

Dalam interaksi digital tersebut, sang Menteri menangkap kegelisahan mendalam dari para pelaku usaha domestik mengenai kondisi pasar saat ini. Banyak warga yang mengeluhkan betapa kuatnya pengaruh platform belanja daring luar negeri yang mulai menggeser peran pengusaha lokal, dilansir dari CNN Indonesia.

Momen ini diungkapkan oleh Purbaya usai dirinya melaksanakan ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ibadah tersebut berlangsung di Masjid Salahuddin, yang berlokasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Sabtu (21/3).

"Ada banyak keluhan-keluhan yang untuk marketplace katanya dikuasai sana (asing) semua," ujar Purbaya.

Purbaya menilai bahwa transformasi digital yang terjadi saat ini memiliki tantangan tersendiri bagi kedaulatan ekonomi dalam negeri. Tanpa adanya kesiapan dari pelaku usaha lokal, digitalisasi justru berisiko menjadi pintu masuk yang sangat lebar bagi produk-produk dari luar negeri.

"Digitalisasi kalau seperti itu sepertinya memberikan pasar ke Cina langsung," kata Purbaya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena dikhawatirkan akan memutus rantai daya saing produk dalam negeri. Jika tidak diimbangi dengan kekuatan industri lokal, pasar domestik dikhawatirkan hanya akan menjadi penonton di tengah masifnya transaksi digital.

Saat ini, pemerintah tengah menggodok berbagai langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan-perusahaan nasional. Tujuannya adalah agar platform lokal memiliki taring yang cukup tajam untuk bersaing secara sehat di kancah pasar digital.

"Saya lagi mikir gimana membalikkan marketplace-nya nggak hanya yang dikuasai Cina. Misalnya kan Tokopedia dikuasai Cina kan semuanya. TikTok mau disini juga," pungkas Purbaya.