KABARWARTA.ID - Sebuah penemuan tragis mengguncang warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, pada hari Rabu (25/3). Peristiwa ini bermula dari indikasi fisik yang sangat tidak biasa di area tempat ibadah.
Indikasi awal yang mengarah pada penemuan mengerikan ini adalah jatuhnya belatung disertai dengan munculnya bau busuk menyengat. Bau tersebut menjadi petunjuk kuat adanya pembusukan di lokasi yang tidak terduga.
Bau busuk tersebut akhirnya mengarahkan pada penemuan dua jasad pria yang sudah dalam kondisi membusuk di bagian atap Masjid Miftahul Janah. Kedua korban ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak utuh.
Identitas kedua jenazah yang ditemukan tersebut telah diketahui oleh pihak berwenang dan warga setempat. Mereka diketahui bernama Iwan dan Bambang, yang jasadnya tergeletak di ketinggian atap masjid.
Diketahui bahwa kedua pria tersebut, Iwan dan Bambang, sudah dilaporkan menghilang dari lingkungan mereka beberapa hari sebelumnya. Mereka terakhir terlihat menghilang sejak hari Jumat, tepatnya sebelum perayaan Idulfitri.
Penemuan dramatis ini dikonfirmasi oleh pejabat desa setempat yang turut menyaksikan proses evakuasi. Keberadaan mayat ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab kematian dan waktu pasti kejadiannya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Pengaradan, Dwi Andriyanto, memberikan keterangan mengenai kronologi awal penemuan yang sangat tidak biasa tersebut. Proses pengungkapan ini bermula dari kecurigaan seorang petugas kebersihan masjid.
"Penemuan kedua mayat tersebut berawal dari seorang marbot masjid yang mendapati adanya bau busuk di dalam masjid," ujar Dwi Andriyanto, menggarisbawahi peran krusial petugas kebersihan tersebut.
Lebih lanjut, Dwi Andriyanto menjelaskan bahwa selain mencium bau tidak sedap, sang marbot juga mengalami kejadian aneh lainnya. "Tidak hanya itu, sang marbot juga sempat kejatuhan belatung dari atap masjid," kata Dwi Andriyanto, menguatkan dugaan adanya jasad di atas sana.