KABARWARTA.ID - Sebuah upaya untuk mempercepat waktu tempuh justru berujung petaka bagi seorang pemudik di wilayah Tasikmalaya Utara. Pemuda tersebut dilaporkan tersesat setelah memilih jalur ekstrem yang ternyata sangat berbahaya.
Perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi mimpi buruk saat ia memasuki area perbukitan terjal. Akibat kondisi jalan yang tidak bersahabat, sepeda motor yang dikendarainya tergelincir dan jatuh ke dalam jurang.
Korban diketahui bernama Mattheo Putra, seorang pemuda berusia 21 tahun. Ia merupakan warga Desa Linggarjati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.
Untungnya, nyawa Mattheo berhasil terselamatkan dari insiden maut tersebut. Ia ditemukan dan segera ditolong oleh warga setempat serta anggota kepolisian yang tiba di lokasi.
Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa peristiwa nahas ini terjadi pada hari Kamis, 19 Maret. Korban baru saja melakukan perjalanan mudik dari daerah perantauannya di Bandung.
Mattheo saat itu mengendarai sepeda motor jenis matic Honda Beat dengan nomor polisi D 6502 VFP. Kendaraan ini menjadi saksi bisu dari kecelakaan tunggal yang dialaminya.
Berdasarkan keterangan yang diberikan korban kepada pihak kepolisian, rute yang diambilnya memang disengaja. "Dia berniat mudik ke Tasikmalaya kemudian ke Garut," kata salah seorang petugas kepolisian yang menangani kasus ini.
Keselamatan Mattheo di tengah medan yang sulit membuktikan pentingnya kehati-hatian. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa jalan pintas seringkali menyimpan risiko yang jauh lebih besar.
Para petugas kepolisian dan warga setempat berkoordinasi erat untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Upaya penyelamatan ini dilakukan sesegera mungkin setelah laporan kecelakaan diterima.