Jakarta – Sejumlah media internasional terkemuka, terutama dari Amerika Serikat, memberikan sorotan intensif terhadap perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. Laporan-laporan tersebut secara konsisten menekankan keuntungan signifikan yang diperoleh industri Amerika Serikat dari kesepakatan ini.

Indonesia Hapus Bea Masuk 99% Barang AS, AS Pertahankan Tarif 19%

New York Post menjadi salah satu media yang menyoroti detail perjanjian tersebut. Dalam laporannya, media ini menggarisbawahi bahwa Indonesia akan menghapus bea masuk atas 99% barang-barang yang berasal dari Amerika Serikat. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat hanya akan mempertahankan tarif umum sebesar 19% untuk sebagian besar produk Indonesia.

"Sementara itu, menurut lembaran fakta pemerintahan Trump, AS akan mempertahankan tarif 19% untuk sebagian besar barang Indonesia, sejalan dengan tarif yang diberlakukan Washington terhadap negara tetangga Kamboja dan Malaysia," tulis New York Post dalam laporannya, mengutip informasi yang beredar pada Jumat, 27 Februari 2026.

Komitmen Pembelian Produk AS Capai Miliaran Dolar

Perjanjian ini tidak hanya sebatas pada penghapusan tarif. Laporan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia juga telah sepakat untuk melakukan pembelian besar-besaran dari Amerika Serikat. Ini termasuk komitmen untuk membeli 1 juta ton kedelai, 1,6 juta ton jagung, dan 93.000 ton kapas dari AS. Lebih lanjut, para pengusaha Indonesia juga berjanji untuk meningkatkan pembelian gandum dari AS hingga 5 juta ton pada tahun 2030.

Kolaborasi Strategis dalam Mineral Kritis

Selain itu, kedua negara sepakat untuk menjalin kerja sama dalam sektor mineral kritis. New York Post menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai pengekspor bijih tembaga terbesar ketiga di dunia dan produsen utama kabel berisolasi.

"Indonesia juga memiliki cadangan nikel terbesar di dunia yang memiliki kegunaan penting untuk industri, seperti memperkuat dan mencegah karat pada paduan baja serta untuk pembuatan baterai," jelas New York Post, menggarisbawahi potensi kolaborasi di masa depan.