KABARWARTA.ID - PT Pertamina (Persero) secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk mengadopsi kebiasaan hemat energi, khususnya dalam aktivitas memasak sehari-hari di rumah. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap terjaga.
Ajakan ini sejalan dengan arahan kepemimpinan nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu telah menyampaikan pentingnya upaya penghematan energi di berbagai sektor. Pertamina menekankan bahwa penghematan harus dimulai dari tingkat rumah tangga.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyoroti bahwa peningkatan intensitas memasak, misalnya saat momen Lebaran, merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, efisiensi dalam memasak dapat menekan pemakaian LPG secara signifikan.
"Langkah kecil dari rumah tangga dapat memberikan dampak besar. Dengan penggunaan LPG yang lebih efisien, masyarakat tidak hanya dapat menghemat energi, tetapi juga turut mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional," kata Baron.
Salah satu strategi awal yang disarankan adalah mengoptimalkan persiapan bahan makanan sebelum proses pemanasan dimulai. Hal ini termasuk memotong bahan-bahan masakan menjadi ukuran yang lebih kecil agar proses pemasakan menjadi lebih cepat.
Selain itu, penggunaan air dalam proses persiapan juga perlu diperhatikan, yakni dengan memastikan jumlah air yang digunakan sudah secukupnya dan tidak berlebihan. Ini berkontribusi pada pengurangan waktu pemanasan yang dibutuhkan.
Saat kompor sudah menyala, masyarakat diimbau untuk menggunakan ukuran api yang sesuai dengan kebutuhan masakan, menghindari penggunaan api yang terlalu besar. Menutup panci saat memasak juga merupakan kebiasaan yang sangat dianjurkan karena membantu menahan panas.
Pertamina juga menyarankan pemanfaatan peralatan masak yang memiliki dasar rata, karena alat tersebut cenderung menyalurkan panas secara lebih merata dan efisien. Kebiasaan ini membantu memaksimalkan energi yang dikeluarkan dari kompor.
Perawatan rutin terhadap peralatan dapur menjadi kunci efisiensi jangka panjang. "Pastikan kompor dan regulator tidak bocor, dan bersihkan burner agar api tetap biru dan efisien," ujar Baron.