Jakarta – Arkeolog di Arab Saudi berhasil mengungkap sebuah temuan langka yang memberikan perspektif baru mengenai periode pra-Islam di wilayah Hijaz. Sebuah bongkahan batu yang ditemukan dekat masjid tua di Ta’if ternyata menyimpan prasasti bertuliskan aksara Paleo-Arab, yang diduga kuat dibuat oleh Hanzalah bin Abi Amir, salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum beliau memeluk agama Islam. Penemuan ini menjadi sorotan karena menghubungkan bukti arkeologis langsung dengan tokoh sejarah Islam awal.
Penemuan Prasasti Langka: Jendela ke Masa Lalu Hijaz
Prasasti yang ditemukan ini menampilkan skrip Paleo-Arab, bentuk awal dari tulisan Arab yang umum digunakan pada abad ke-6 hingga awal abad ke-7 Masehi. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Near Eastern Studies, menyoroti pentingnya bukti fisik dalam memahami periode transisi krusial dalam sejarah Arab.
Menurut para peneliti, terdapat dua teks yang terukir pada sisi bongkahan batu tersebut. Salah satu teks diduga kuat ditulis oleh Hanzalah bin Abi Amir. Dalam catatan sejarah Islam, Hanzalah dikenal sebagai seorang sahabat dari kalangan Anshar (Bani Aus) yang kemudian menjabat sebagai gubernur Mekkah. Ia gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud. Keberadaan prasasti ini memperkaya narasi tentang kehidupan tokoh-tokoh kunci sebelum dan pada awal masa Islam.
Memahami Periode Misterius Melalui Bukti Arkeologis
Profesor Ahmad Al-Jallad, seorang pakar studi Arab yang terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa temuan ini sangat berharga. "Berlawanan dengan keyakinan populer bahwa Islam lahir dalam terang sejarah, kita tidak tahu banyak tentang kebangkitan Islam dari sumber-sumber kontemporer. Periode waktu ini masih diselimuti misteri. Prasasti-prasasti ini menyediakan dasar yang dapat diverifikasi untuk menulis sejarah periode ini berdasarkan bukti," jelasnya, seperti dikutip dari Live Science.
Penemuan prasasti ini terjadi pada tahun 2021, ketika seorang kaligrafer Turki bernama Yusef Bilin mengunjungi lokasi tersebut. Ia melihat bongkahan batu yang tidak biasa itu berjarak sekitar 100 meter dari sebuah masjid tua yang kini telah terbengkalai. Lokasi masjid ini sendiri diyakini dibangun oleh Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat umat Islam.
Teks Monoteistik dan Jejak Pra-Islam
Analisis prasasti menunjukkan bahwa tulisan tersebut bersifat monoteistik dan mencantumkan nama-nama pribadi yang mencerminkan latar budaya pra-Islam di Jazirah Arab. Selain nama Hanzalah, teks lainnya menyebutkan nama Abd al-‘Uzza bin Sufyan. Nama "Abd al-‘Uzza" secara linguistik memiliki kaitan dengan penyembahan dewa sebelum era Islam, yang menunjukkan bahwa prasasti tersebut kemungkinan dibuat sebelum pemiliknya memeluk Islam. Hal ini memberikan gambaran yang lebih rinci tentang praktik keagamaan dan budaya yang ada di wilayah tersebut sebelum ajaran Islam mendominasi.