KABARWARTA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan hari Kamis (26/3). Kendati demikian, para pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap adanya potensi koreksi teknis yang mungkin terjadi di tengah tren penguatan tersebut.
Berdasarkan data pasar terkini yang dilansir dari CNN Indonesia, pergerakan indeks masih menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun cenderung optimistis. Analis melihat adanya peluang bagi indeks untuk mencoba menembus level-level psikologis baru dalam waktu dekat.
"Pada awal perdagangan hari ini IHSG berpeluang menguat, namun masih rawan terkoreksi ke 6.745-6.887 dengan peluang penguatan lanjutan ke 7.450-7.779," ujar Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas.
Lebih lanjut, Herditya menjelaskan bahwa secara teknikal saat ini posisi indeks sedang berada di fase akhir dari tren penurunan. Kondisi ini memungkinkan adanya pelemahan sementara sebelum akhirnya kembali mencoba mendaki ke zona hijau yang lebih tinggi.
"IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang support 7.156, 7.022 dan resistance 7.374, 7.527 hari ini dengan rekomendasi saham pilihan seperti BKSL, ENRG, INCO, dan SRTG," kata Herditya Wicaksana.
Pandangan serupa juga datang dari Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, yang menilai kelanjutan tren positif sangat bergantung pada kemampuan indeks menembus titik tertentu. Jika level tersebut terlampaui, maka jalan menuju penguatan lebih lanjut akan terbuka lebar.
"IHSG berpotensi melanjutkan tren positif ke 7.765 jika menembus 7.436, namun berpeluang turun ke 6.744 jika masih berada di bawah level tersebut," ujar Ivan Rosanova.
Ivan juga memetakan bahwa indeks hari ini akan bergerak pada level support di angka 6.900, 6.744, dan 6.587. Sementara itu, area resistance yang perlu diperhatikan berada di level 7.436, 7.765, hingga mencapai 8.098.
"Untuk pilihan saham hari ini, investor dapat mencermati pergerakan AADI, BBRI, MBMA, MDKA, dan PTBA sebagai bahan pertimbangan investasi," kata Ivan Rosanova.