Jakarta – PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan kesiapannya untuk menunda rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga dari India, menyusul permintaan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah dan aspirasi masyarakat.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan komitmen perusahaan untuk selalu taat dan setia kepada negara dan rakyat. "Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat," ujar Joao saat dihubungi, Senin. Pernyataan ini disampaikan setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah untuk menunda rencana impor tersebut yang ditujukan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih.
Alasan Penundaan Impor Kendaraan Niaga
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa permintaan penundaan ini didasari oleh beberapa pertimbangan penting. Salah satunya adalah kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. "Rencana itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Ditambahkannya, Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut," jelas Dasco.
Selain itu, Presiden juga diharapkan dapat meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri sebelum keputusan final diambil. "Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian," tambah Dasco.
Rencana impor ini mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India. Perinciannya adalah 35.000 unit Scorpio Pick up dari Mahindra, serta 70.000 unit dari Tata Motors, yang terdiri dari 35.000 unit Yodha Pick up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Proses Distribusi dan Penyimpanan Kendaraan
Meskipun ada penundaan rencana impor secara keseluruhan, sebagian unit kendaraan niaga asal India ini telah masuk ke Indonesia secara bertahap. Saat ini, kendaraan tersebut disimpan sementara di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) sambil menunggu kesiapan koperasi penerima.
"Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, kemudian minggu depan akan tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1.000 unit. Kita akan terus segera langsung kita distribusikan ke tempat-tempat yang sudah siap maupun ke tempat-tempat yang belum siap," kata Joao, mengutip CNBC Indonesia.