KABARWARTA.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan keyakinannya bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen akan tercapai pada kuartal pertama tahun 2026. Optimisme ini didasarkan pada proyeksi peningkatan signifikan dalam aktivitas konsumsi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Airlangga menyampaikan pandangannya tersebut setelah menjalankan salat Idulfitri di Jakarta pada hari Sabtu, 21 Maret. Ia mengaitkan potensi pencapaian target tersebut dengan geliat ekonomi yang terjadi selama bulan puasa.

"Kelihatannya target 5,5 (persen) bisa dicapai dari geliat selama Ramadan kemarin," ujar Airlangga usai salat Idulfitri di Jakarta, Sabtu (21/3), seperti dikutip dari Antara.

Ia juga menyoroti perbedaan dinamika inflasi tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, inflasi pada awal tahun 2026 berpotensi lebih tinggi karena tidak adanya lagi program diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang sempat berlaku di Januari dan Februari 2025.

"Tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada diskon tarif listrik. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin dari segi listriknya deflasi. Tahun ini, karena enggak ada (diskon tarif listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi," ujarnya lebih lanjut.

Meskipun ada potensi inflasi yang sedikit lebih tinggi, pemerintah tetap optimis bahwa daya beli masyarakat akan tetap terjaga dengan baik. Hal ini diperkuat oleh peningkatan aktivitas belanja konsumen selama momen Ramadan dan Lebaran.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I 2026 berada dalam rentang 5,5 persen hingga 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Target ambisius ini didorong oleh percepatan belanja negara dan berbagai stimulus fiskal yang disiapkan.

Selain itu, penguatan konsumsi rumah tangga juga diposisikan sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai target pertumbuhan tersebut. Untuk mendukung hal ini, pemerintah telah meluncurkan sejumlah kebijakan insentif.

Salah satu kebijakan yang digulirkan adalah pemberian insentif transportasi selama periode mudik Lebaran. Insentif ini mencakup diskon tiket kereta api sebesar 30 persen dan angkutan laut 30 persen.