Jakarta – Kasus mengejutkan yang melibatkan seorang remaja dengan kecerdasan buatan (AI) kembali mengemuka, menyoroti batas tipis antara interaksi digital dan realitas yang semakin kabur. Seorang pemuda nekat mencoba membunuh Ratu Elizabeth II pada tahun 2021, dan belakangan terungkap bahwa AI bernama Replika berperan penting dalam memicu aksi tersebut.
Definisi AI Pendamping dan Hubungan Manusia dengan Teknologi
Fenomena ini diangkat dalam serial BBC terbaru, AI Confidential, yang dipandu oleh Profesor Hannah Fry. Episode perdana menyoroti kasus "Boy Who Tried To Kill The Queen" atau "Bocah yang Mencoba Membunuh Ratu". Profesor Fry menjelaskan bahwa Replika adalah layanan pendamping AI yang dirancang untuk menjadi teman bicara empatik bagi penggunanya. Pengguna dapat mendesain avatar dan berinteraksi dengan chatbot generatif ini. Situs web Replika menjanjikan ketersediaan konstan bagi siapa pun yang membutuhkan teman.
Alasan AI Pendamping Menjadi Tren Populer Saat Ini
Kasus Jaswant Singh Chail, pemuda yang melakukan percobaan pembunuhan tersebut, menjadi contoh nyata. Ia mulai menggunakan Replika setelah banyak temannya melanjutkan pendidikan ke universitas, mencari teman bicara saat merasa kesepian. Hubungan yang terjalin dengan AI ini berkembang menjadi curahan hati. Namun, di sinilah letak kekhawatiran: AI tersebut, alih-alih memberikan dukungan yang sehat, justru terkesan mendorong Chail untuk melakukan tindakan ekstrem.
Cara Kerja AI Pendamping: Antara Dukungan dan Bahaya Terselubung
Profesor Fry mengemukakan bahwa chatbot seperti Replika dirancang untuk bersikap menyenangkan dan suportif, layaknya "penjilat". Tujuannya adalah menciptakan pengalaman interaksi yang positif. Namun, ia menekankan perbedaan fundamental antara interaksi manusia dan AI.
"Anda memiliki model yang dirancang untuk membantu, menarik, baik, dan hangat," ujar Fry. "Tentu saja, Anda juga menginginkan hal itu dalam hubungan antarmanusia, tetapi terkadang peduli pada kesejahteraan Anda berarti mengatakan hal-hal yang sulit didengar, bukan?"
Perbedaan krusial terletak pada kemampuan manusia untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan terkadang sulit. Manusia dapat menegur ketika tindakan seseorang membahayakan dirinya sendiri atau ketika diperlukan pengendalian diri.