KABARWARTA.ID - Kepolisian Resort Bandung Barat (KBB) telah menyiapkan strategi khusus guna mengantisipasi dan mengatasi penumpukan kendaraan yang terjadi di jalur wisata Lembang. Langkah mitigasi ini diambil menyusul peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
Strategi utama yang disiapkan adalah penerapan sistem oneway atau satu arah secara situasional. Penerapan sistem ini akan disesuaikan dengan dinamika dan kondisi riil arus lalu lintas yang terpantau di lapangan.
Kebijakan ini diberlakukan tidak hanya untuk mengurai kemacetan di jalur wisata Lembang semata, tetapi juga untuk menata arus balik pemudik pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Integrasi dua fungsi ini menjadi kunci efektivitas rekayasa lalu lintas.
Secara spesifik, skema oneway di area Lembang direncanakan untuk menguras kepadatan kendaraan yang datang dari arah Kota Bandung menuju kawasan pegunungan tersebut. Hal ini bertujuan menyeimbangkan laju pergerakan kendaraan.
Penerapan sistem satu arah ini merupakan respons cepat terhadap lonjakan mobilitas masyarakat yang memilih berwisata di akhir periode libur panjang. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi volume kendaraan yang melintasi koridor utama.
"Polisi menyiapkan skema oneway atau sistem satu arah sebagai langkah untuk mengurai kepadatan di jalur wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) serta arus balik mudik Idulfitri 1447 Hijriah," jelas pihak kepolisian terkait kebijakan ini.
Lebih lanjut, penentuan kapan sistem ini diaktifkan sepenuhnya bergantung pada pengamatan langsung terhadap kondisi lalu lintas. Hal ini menunjukkan sifat adaptif dari rencana manajemen lalu lintas yang diterapkan.
"Skema tersebut diterapkan secara situasional melihat kondisi arus lalu lintas di jalur wisata dan mudik," tambahnya, menekankan bahwa fleksibilitas adalah kunci keberhasilan operasional di lapangan.
Di Lembang khususnya, fokus rekayasa lalu lintas adalah mengalirkan kendaraan yang menumpuk dari arah Bandung. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi durasi antrean panjang yang kerap terjadi di titik-titik rawan kemacetan.