KABARWARTA.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertambangan nasional. Langkah ini mencakup rencana penyesuaian nilai jual komoditas unggulan Indonesia melalui skema harga patokan yang baru.

Dilansir dari CNN Indonesia, rencana tersebut muncul setelah adanya pertemuan intensif antara Menteri ESDM dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (25/3) tersebut membahas secara mendalam mengenai tata kelola sumber daya alam nasional.

"Kemungkinan besar HPM untuk nikel saya akan naikkan," kata Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers terkait rencana penyesuaian Harga Patokan Mineral tersebut.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis. Pemerintah kini fokus mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor mineral agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

"Bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," ucap Bahlil Lahadalia saat menjelaskan visi presiden terkait keadilan distribusi kekayaan alam.

Sejauh ini, pemerintah masih memantau dinamika pasar global sebelum melakukan perubahan kebijakan secara menyeluruh pada komoditas nikel dan batu bara. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap regulasi yang dikeluarkan tetap menjaga daya saing industri domestik.

"Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi," tutur Bahlil Lahadalia mengenai skenario pengaturan produksi di masa depan.

Di sisi lain, program hilirisasi tetap menjadi prioritas utama dengan progres yang terus menunjukkan tren positif. Dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian besar telah memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking.

"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar 239 triliun (rupiah) dan akan kita bahas finalisasi," jelas Bahlil Lahadalia mengenai ekspansi proyek hilirisasi nasional.