KABARWARTA.ID - Menjelang periode libur Lebaran, otoritas kepolisian mulai menerapkan langkah antisipatif untuk mencegah kemacetan parah di Kota Bandung. Fokus utama adalah mengurai potensi penumpukan kendaraan yang biasa terjadi di pintu masuk utama kota.
Gerbang Tol (GT) Pasteur selama ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan ekstrem ketika volume kendaraan meningkat tajam, seperti saat musim liburan panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengalihan arus yang efektif.
Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung telah merancang skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah mitigasi terhadap lonjakan wisatawan. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas warga dan pengunjung.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Bandung, AKBP Hudi Arief, secara tegas menyampaikan bahwa persiapan alternatif telah dimatangkan. Hal ini khususnya ditujukan bagi para pengendara yang memiliki tujuan akhir menuju kawasan wisata populer di utara Bandung.
"Untuk masyarakat yang mau masuk wilayah Bandung khususnya ke Lembang, ketika nanti terjadi kepadatan di gate tol keluar Pasteur, kita sudah kordinasi untuk memberikan alternatif baik itu melalui gate tol Baros maupun Padalarang," ujar Hudi Arief saat diwawancarai di Simpang Ledeng, Minggu (22/3/2026).
Imbauan ini menekankan pentingnya kesadaran pengguna jalan untuk tidak terpaku hanya pada satu opsi pintu keluar tol utama. Penggunaan jalur alternatif diharapkan dapat mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata.
Penyediaan opsi keluar melalui Baros dan Padalarang diharapkan menjadi solusi konkret untuk memecah konsentrasi kepadatan yang seringkali melumpuhkan akses masuk utama Pasteur. Upaya ini merupakan bagian dari manajemen lalu lintas terpadu selama periode mudik dan libur hari raya.
Keputusan untuk mengarahkan arus ke Baros dan Padalarang menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga kelancaran konektivitas regional selama periode puncak kunjungan wisatawan ke Bandung.