KABARWARTA.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kondisi arus transportasi selama periode Angkutan Lebaran 2026. Peninjauan ini difokuskan pada jalur-jalur utama yang dilalui oleh pemudik di wilayah Jawa Barat.
Fokus awal pemantauan dilakukan di Cirebon, mengingat koridor ini memegang peranan krusial bagi pergerakan masyarakat yang menuju ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memonitor secara langsung dinamika lalu lintas di lapangan.
Menhub Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa pergerakan kendaraan pemudik telah menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak awal periode mudik. Peningkatan volume kendaraan ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga kelancaran perjalanan.
Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan data yang dihimpun oleh Jasa Marga, volume kendaraan tercatat mengalami lonjakan sekitar 14 persen jika dibandingkan dengan volume kendaraan pada hari-hari normal. Angka ini mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat saat musim liburan.
Kementerian Perhubungan telah menyusun proyeksi bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang. Pemerintah secara aktif mengimbau masyarakat untuk menyusun jadwal perjalanan secara bijak.
Salah satu solusi yang didorong pemerintah adalah pemanfaatan kebijakan work from anywhere (WFA) oleh sektor swasta. Hal ini diharapkan dapat mendistribusikan arus mudik secara lebih merata dan efektif mengurangi potensi penumpukan kendaraan.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah juga menyoroti potensi hambatan lalu lintas yang timbul dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik. Secara spesifik, Menhub menyoroti kegiatan warga yang mencari uang receh dari pengguna jalan di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu.
"Saat arus mudik nanti jumlah kendaraan akan sangat banyak sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan mengkhawatirkan keselamatan warga di kawasan Kalisewo," ujar Dudy Purwagandhi. Pihaknya berharap kegiatan pencarian koin oleh warga tersebut dapat segera dihentikan demi keselamatan bersama.
Selain pemantauan lalu lintas, kegiatan di Cirebon juga diisi dengan penyerahan kompensasi secara simbolis kepada 557 pengemudi transportasi tradisional. Bantuan ini diberikan kepada pengemudi becak dan ojek yang terdampak oleh pengaturan operasional selama masa mudik.