KABARWARTA.ID - Momen libur Idulfitri 1447 Hijriah mulai memasuki fase akhir, dengan wisatawan yang berangsur-angsur meninggalkan destinasi wisata populer. Pada hari Senin, tanggal 23 Maret 2026, terpantau pergerakan signifikan pemudik dari kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kondisi ini menandakan dimulainya periode arus balik pasca perayaan hari raya besar tahun ini. Peningkatan volume kendaraan ini menjadi perhatian utama bagi pihak kepolisian setempat dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Kepolisian Resor (Polres) Cimahi telah memetakan prediksi waktu kritis lonjakan arus kendaraan. Fokus pengamanan diarahkan pada ruas jalan tol yang menjadi gerbang utama keluar dari wilayah Bandung Raya.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, memberikan pandangan mengenai proyeksi waktu kepadatan lalu lintas. Pengamanan khusus disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut di sepanjang jalur Tol Cipularang.
"Sekarang sudah masuk arus balik, dan terjadi peningkatan volume kendaraan tapi di jam-jam tertentu. Itu sekitar dzuhur dan waktu magrib," kata Niko N. Adi Putra saat ditemui di Lembang.
Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa peningkatan volume kendaraan tidak terjadi secara merata sepanjang hari. Terdapat dua periode waktu spesifik yang diperkirakan akan mengalami kepadatan signifikan.
Periode kritis tersebut adalah sekitar waktu Dzuhur dan menjelang waktu Magrib, yang kemungkinan menjadi waktu favorit pemudik untuk memulai perjalanan kembali ke kota tujuan masing-masing.
AKBP Niko N. Adi Putra juga menggarisbawahi bahwa puncak arus balik dari Bandung Raya, termasuk Lembang, diprediksi akan terjadi pada dua hari ke depan. Diprediksi puncak kemacetan akan terjadi pada hari Selasa (24/3/2026) dan Rabu (25/3/2026).
Antisipasi ini mencakup penempatan personel tambahan dan koordinasi dengan pengelola jalan tol untuk memastikan sistem buka tutup gerbang tol dapat berjalan efektif jika diperlukan. Fokus utama adalah memastikan perjalanan pemudik berjalan aman dan lancar.