KABARWARTA.ID - Cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tropis, termasuk Indonesia, mendorong banyak orang mencari cara cepat untuk mendinginkan suhu tubuh. Pilihan yang paling umum dan instan adalah mengonsumsi air minum yang didinginkan atau air es.

Kebiasaan menyegarkan diri dengan air dingin ini sangat lazim dilakukan, terutama ketika suhu udara mencapai titik tertinggi di siang hari. Namun, di balik kesegaran sesaat tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai dampaknya terhadap sistem internal tubuh.

Pertanyaan utama yang sering muncul adalah apakah konsumsi air dingin secara rutin saat cuaca panas memberikan manfaat kesehatan atau justru berpotensi menimbulkan risiko. Untuk menjawab hal ini, pandangan dari para pakar kesehatan perlu dipertimbangkan secara seksama.

Dilansir dari detikFood, para ahli kesehatan telah memberikan pandangan mengenai keamanan asupan cairan bersuhu rendah saat tubuh mengalami panas berlebih. Secara umum, mereka memberikan perspektif yang cukup melegakan bagi mayoritas populasi.

"Minum air dingin pada dasarnya aman bagi kebanyakan orang," adalah kesimpulan yang ditarik oleh para ahli setelah mengamati respons fisiologis tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada larangan mutlak untuk menikmati minuman dingin saat cuaca terik.

Lebih lanjut, para pakar menjelaskan mekanisme yang terjadi ketika cairan dingin masuk ke dalam sistem pencernaan. Begitu air dingin melewati tenggorokan dan memasuki lambung, tubuh segera bereaksi untuk menstabilkan kondisi.

Proses penyesuaian suhu ini memicu sebuah respons alami yang dikenal dalam ilmu biologi sebagai termogenesis. Proses ini merupakan langkah penting yang diambil tubuh untuk menjaga keseimbangan suhu inti.

"Ketika air dingin masuk ke tubuh, sistem metabolisme akan menyesuaikan suhu cairan tersebut dengan suhu internal," kata para ahli, merujuk pada cara kerja adaptasi termal tubuh. Ini adalah fungsi otomatis dari metabolisme internal.

Proses termogenesis yang dipicu oleh asupan cairan dingin ini berarti tubuh mulai memproduksi panas untuk menaikkan suhu cairan tersebut. Secara teori, ini adalah respons yang menunjukkan bahwa tubuh bekerja untuk mengembalikan kesetimbangan suhu internal yang ideal.