KABARWARTA.ID - Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa disegel sementara oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama dengan Kepolisian Resor (Polres) Jember. Tindakan ini diambil menyusul adanya dugaan kuat mengenai penyimpangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Penyegelan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan sembari menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari proses penyelidikan yang kini ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Hal ini bertujuan untuk menghentikan potensi kerugian negara lebih lanjut.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa temuan awal menunjukkan adanya disparitas yang mencolok antara volume pengiriman BBM ke SPBU tersebut dengan jumlah penjualan yang tercatat. Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah keterangan tertulis pada Minggu (15/3).

"SPBU tersebut rata-rata pengiriman delivery order-nya 16 ribu liter, tapi thruput (jumlah BBM yang dialirkan) untuk penjualannya hingga mencapai 22 ribu liter per hari yang transaksinya didominasi dengan Surat Rekomendasi atas nama sektor konsumen pengguna," ujar Wahyudi Anas.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Polres Jember akan melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pembelian BBM bersubsidi yang tidak sesuai prosedur dan kejanggalan dalam proses transaksi yang melanggar regulasi tata kelola yang telah ditetapkan.

Wahyudi Anas menambahkan adanya indikasi lain yang memperkuat kecurigaan terhadap operasional SPBU tersebut. "CCTV SPBU juga nonaktif," imbuh Wahyudi Anas.

Selama masa penanganan oleh pihak kepolisian berlangsung, BPH Migas menyatakan akan menjaga stabilitas pasokan BBM di wilayah Jember. Upaya ini menjadi krusial mengingat periode menjelang Hari Raya Idulfitri.

Demi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, alokasi kuota BBM dari SPBU yang disegel akan segera dialihkan ke fasilitas pengisian bahan bakar umum terdekat. Hal ini disampaikan untuk menenangkan publik.

"Alokasi kuota akan dipindahkan ke SPBU sekitar yang terdekat agar masyarakat dapat membeli BBM subsidi. Masyarakat tidak perlu panik dan tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan yang difasilitasi SPBU Sekitar," imbaunya.