KABARWARTA.ID - Secara umum, mayoritas populasi dewasa memiliki susunan 32 gigi permanen yang ideal, asalkan perawatan gigi telah dilakukan secara optimal sejak masa kanak-kanak. Jumlah ini bahkan bisa saja berkurang jika terdapat indikasi medis yang mengharuskan pencabutan gigi bungsu.
Namun, variasi jumlah gigi pada manusia dapat terjadi, di mana beberapa individu dapat memiliki gigi lebih banyak dari standar normal tanpa menyadarinya. Fenomena tak biasa ini dialami oleh seorang pria asal Malaysia yang kini berusia 42 tahun.
Kondisi langka ini menimpa Prathab Muniandy, yang kemudian tercatat secara resmi memiliki jumlah gigi terbanyak di dunia. Penemuan ini diakui oleh lembaga pencatat rekor dunia bergengsi, Guinness World Records.
Menariknya, Muniandy baru menyadari keunikan pada struktur giginya ketika ia telah menginjak usia dewasa. Kejutan ini datang cukup terlambat dalam rentang kehidupannya.
"Ia baru mengetahui kondisi tersebut ketika usianya telah memasuki 30-an," demikian pernyataan yang disampaikan mengenai waktu penemuan kondisi uniknya tersebut.
Kondisi memiliki gigi melebihi jumlah standar ini dikenal sebagai hiperdontia, yang terkadang tidak menimbulkan gejala signifikan pada tahap awal. Hal ini menjelaskan mengapa Muniandy tidak menyadarinya selama bertahun-tahun.
Kekurangan informasi mengenai kondisi gigi sejak dini dapat menyebabkan banyak orang tidak menyadari potensi kelainan pada struktur mulut mereka. Studi menunjukkan pentingnya pemeriksaan gigi rutin.
Menurut sumber berita yang mengulas kasus ini, Prathab Muniandy kini memegang rekor tertinggi dalam kategori tersebut. Rekor ini menggarisbawahi keragaman anatomi manusia yang masih menyimpan banyak misteri.
Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai perlunya kesadaran kesehatan gigi yang lebih mendalam. Pemeriksaan rutin dapat menangkap anomali sebelum berkembang menjadi masalah serius.