KABARWARTA.ID - Presiden Prabowo Subianto membeberkan langkah drastis yang diambil oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, dalam upaya penataan birokrasi di kementeriannya. Tindakan ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk membenahi tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.

Pemecatan dua direktur jenderal (dirjen) tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat berbincang dengan jurnalis dan tokoh masyarakat di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Kamis (19/3). Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menindak kinerja yang dianggap tidak profesional.

"Kalau Anda lihat menteri PU saya sekarang, siapa? Dody ya? Orangnya kan baik, tapi kalau mau main-main, plak, dia pecat dua dirjen," kata Prabowo dalam wawancara tersebut, dilansir dari CNN Indonesia.

Langkah tegas Menteri PU ini ditekankan sebagai bagian integral dari upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola atau _governance_ di berbagai sektor. Selain itu, langkah ini juga bertujuan memperkuat penegakan hukum di lingkungan institusi pemerintahan.

Menurut Presiden, pembenahan tata kelola ini sangat krusial untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap pemerintah. Peningkatan kepercayaan ini dinilai penting untuk mendorong masuknya investasi ke dalam negeri.

Presiden juga menyoroti praktik-praktik tidak jujur yang masih terjadi dalam aktivitas ekonomi. Ia menyebutkan perlunya memberantas kecenderungan penipuan, penyelundupan, hingga _under-invoicing_ yang merugikan negara.

"Kita harus beresin governance kita. Hal-hal.. apa ya, kecenderungan selalu menipu, bener enggak? Iya kan? Nyelundup, under-invoicing, semua praktik-praktik itulah. Ini pelan-pelan kita benahi," ujarnya saat menggarisbawahi pentingnya perbaikan sistem.

Perbaikan sistem tidak hanya menyasar Kementerian PU, tetapi juga lembaga vital lainnya seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di bawah Kementerian Keuangan. Perbaikan ini diklaim mulai memberikan dampak positif pada penerimaan negara.

"Mungkin, dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan. Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi-institusi kita harus kita bersihkan," tegasnya mengenai kebutuhan pembersihan di semua lini institusi.