KABARWARTA.ID - Arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026 Masehi di wilayah Kabupaten Garut menunjukkan peningkatan volume yang cukup signifikan. Ribuan kendaraan terpantau mulai memadati jalur-jalur utama menuju wilayah tersebut sejak dimulainya periode mudik.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut telah melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan lalu lintas selama periode mudik berlangsung. Informasi mengenai data terkini terkait volume kendaraan tersebut dilansir dari detikJabar.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun di lapangan, tercatat sebanyak 303.094 unit kendaraan telah keluar dan masuk ke wilayah Kabupaten Garut. Angka ini merupakan akumulasi pergerakan kendaraan selama enam hari masa mudik berjalan.

"Berdasarkan perhitungan tim kami di lapangan, total ada 303.094 kendaraan yang terpantau keluar dan masuk ke Garut selama periode arus mudik kali ini," ujar Satria Budi.

Satria Budi selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh melalui penghitungan di Posko Cihuni. Posko ini menjadi titik krusial dalam memantau volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Komposisi kendaraan yang melintas masih didominasi oleh roda dua atau sepeda motor yang mencapai angka 175.129 unit. Sementara itu, untuk kategori mobil pribadi tercatat sebanyak 118.019 unit yang melintasi jalur Garut.

Selain kendaraan pribadi, moda transportasi umum dan logistik juga turut memberikan kontribusi pada kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut. Pihak Dishub mencatat sebanyak 9.946 unit bus dan truk ikut mewarnai arus mudik tahun ini.

"Data statistik kendaraan ini merupakan hasil perhitungan yang kami lakukan mulai dari periode 13 Maret hingga 19 Maret 2026," kata Satria Budi.

Pihak berwenang terus berupaya melakukan pengaturan lalu lintas guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik yang melintas. Koordinasi antarinstansi di berbagai titik posko menjadi kunci dalam menangani volume kendaraan yang besar.