KABARWARTA.ID - Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla (JK), baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya mengenai struktur remunerasi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebutkan bahwa gaji yang diterima oleh pegawai BUMN sering kali jauh melampaui penghasilan resmi seorang menteri.
Pernyataan ini muncul bersamaan dengan pembahasan mengenai wacana pemotongan gaji pejabat negara sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran negara. JK menekankan perlunya peninjauan proporsionalitas dalam kebijakan pemotongan gaji tersebut.
JK menyampaikan pandangannya ini usai menunaikan salat Idulfitri di Lapangan Masjid Agung Al Azhar pada Sabtu (22/3). Ia menggarisbawahi bahwa kesenjangan pendapatan antara menteri dan pegawai BUMN serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cukup signifikan.
"Jauh lebih tinggi gaji di BUMN dibandingkan menteri. DPR juga jauh lebih tinggi. Ini hanya untuk diketahui saja," ujar JK usai salat Idulfitri di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Sabtu (22/3).
Ia melanjutkan dengan menyoroti angka gaji menteri yang dianggap relatif kecil dalam konteks perbandingan tersebut. "Gaji menteri itu cuma sekitar Rp19 juta. Kalau dipotong lagi, tinggal berapa yang diterima?" imbuhnya.
Mengacu pada pernyataan JK, besaran gaji karyawan BUMN memang sangat bervariasi, tergantung pada posisi spesifik dan perusahaan tempat mereka bekerja. Beberapa jabatan eksekutif di BUMN dilaporkan menerima penghasilan hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Dilansir dari data situs pencari kerja dan gaji tahun 2022, di Pertamina Retail, gaji posisi Accounting berada di kisaran Rp4,2 juta, sementara Business Staff menerima sekitar Rp4 juta per bulan. Posisi Legal Officer dan Technical Staff masing-masing memperoleh gaji sekitar Rp6 juta.
Sementara itu, di PT PLN (Persero), gaji Account Executive berkisar antara Rp7 juta hingga Rp9 juta per bulan, sedangkan Supervisor Keuangan berada di rentang Rp9 juta hingga Rp11 juta. Posisi Manager di PLN dilaporkan menerima antara Rp8,5 juta hingga Rp25 juta per bulan.
Sektor perbankan menunjukkan variasi gaji yang lebih ekstrem, khususnya di Bank Mandiri. Pada level staf awal seperti Marketing Staff dan Teller, gaji berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp2,8 juta per bulan.