KABARWARTA.ID - Sebuah catatan sejarah dari masa lampau mengungkap adanya peristiwa mistis yang sempat menggemparkan warga di wilayah Garut, Jawa Barat. Kejadian ini terjadi tak lama setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri pada tahun 1941.
Peristiwa ganjil ini berpusat pada seorang penduduk setempat bernama Khalifah, yang menjadi saksi utama dari teror yang tidak dapat dijelaskan secara nalar. Ia melaporkan mengalami gangguan fisik di kediamannya.
Menurut kesaksiannya, Khalifah diteror berulang kali oleh sosok yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Teror tersebut berupa aksi fisik yang nyata, yakni pembanting perabotan di dalam rumahnya.
Insiden horor ini dilaporkan terjadi setelah momen Idul Fitri tahun 1941, yang pada masa itu jatuh mendekati akhir bulan Oktober. Lokasi spesifik kejadian ini berada di kawasan Cimurah, yang kini telah menjadi bagian dari Kecamatan Karangpawitan.
Kejadian supranatural ini berhasil terdokumentasi dan dimuat dalam sebuah surat kabar berbahasa Belanda. Sumber berita ini adalah koran ternama pada masanya, yaitu de Indische Courant.
Informasi mengenai teror di Cimurah ini diterbitkan oleh de Indische Courant pada tanggal 6 November 1941. Hal ini memberikan bukti tertulis mengenai peristiwa yang dialami Khalifah.
Dilansir dari artikel tersebut, koresponden koran awalnya menunjukkan keraguan besar terhadap narasi yang disampaikan oleh Khalifah. Mereka bersikap skeptis terhadap kisah teror tak berwujud tersebut.
Namun, sikap skeptis tersebut berubah setelah Khalifah menjalani proses ritual sumpah yang diyakini dapat meneguhkan kejujuran seseorang. "Setelah Khalifah disumpah, akhirnya dia diizinkan untuk bercerita, kemudian ceritanya dipublikasikan," demikian isi pemberitaan tersebut.
Proses sumpah ini menjadi kunci yang membuka jalan bagi publikasi kisah mistis tersebut di media massa kolonial saat itu. Kisah Khalifah menjadi salah satu laporan menarik yang dimuat koran tersebut.