KABARWARTA.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung secara resmi mengumumkan bahwa titik puncak arus mudik tahun ini telah tercatat pada H-2 sebelum hari raya Idul Fitri. Momen krusial ini jatuh pada hari Kamis, 19 Maret 2026.
Data menunjukkan lonjakan signifikan dalam volume pergerakan kendaraan pada hari tersebut. Tercatat sebanyak 150.715 unit kendaraan telah berhasil melewati jalur utama Nagreg.
Kendaraan-kendaraan tersebut mayoritas bergerak menuju wilayah selatan, khususnya mengarah ke Garut dan Tasikmalaya, menandakan tingginya mobilitas warga yang hendak merayakan hari raya di kampung halaman.
Eric Alam Prabowo, selaku Humas Pos Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, memberikan keterangan mengenai situasi lalu lintas yang terjadi. Jalur Nagreg memang menjadi titik krusial pemantauan pergerakan pemudik.
Menurut Eric, kepadatan arus kendaraan mulai terasa signifikan sejak H-3 lebaran. Kepadatan ini terus meningkat hingga mencapai titik puncaknya pada hari Kamis tersebut.
"Sampai pukul 24.00 WIB tadi malam jumlah kendaraan yang melintas sampai 150 ribu kendaraan melintas. Ini luar biasa," ujar Eric Alam Prabowo, kepada detikJabar, Jumat (20/3/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan betapa tingginya volume kendaraan yang melalui jalur tersebut dalam kurun waktu 24 jam terakhir sebelum penetapan puncak arus mudik. Angka ratusan ribu kendaraan disebut telah melintas pada dua hari krusial tersebut.
Pengawasan ketat dan pengaturan lalu lintas dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan untuk memastikan kelancaran meskipun terjadi lonjakan volume yang masif di Nagreg.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Nagreg masih memegang peranan vital sebagai salah satu gerbang utama mobilitas pemudik skala nasional menuju Jawa Barat bagian selatan.