KABARWARTA.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata letak berbagai tempat istirahat atau rest area di sepanjang Tol Trans Jawa. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap kepadatan dan penumpukan kendaraan yang terjadi selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo secara resmi mengumumkan rencana peninjauan ulang fasilitas tersebut usai masa puncak mobilitas masyarakat. Evaluasi ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran lalu lintas pada masa liburan mendatang.
Penumpukan kendaraan yang parah menjadi sorotan utama, terutama yang terjadi di titik-titik tertentu seperti KM 52 dan KM 62. Kejadian ini memaksa pengelola jalan tol untuk mengambil tindakan penutupan sementara demi mengurai kemacetan.
Menteri Dody Hanggodo menyatakan komitmen pemerintah untuk mengatasi akar masalah kemacetan tersebut. Evaluasi ini akan difokuskan pada aspek desain jalur masuk dan keluar rest area yang dinilai terlalu sempit.
"Akan dievaluasi, khususnya 'rest area' di KM 52 dan 62 yang sempat ditutup saat arus mudik kemarin," ujar Dody Hanggodo saat berada di Semarang pada Sabtu (28/3), dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa penyebab utama penumpukan kendaraan di kedua rest area yang menjadi perhatian tersebut adalah keterbatasan ruang pada jalur masuk kendaraan. Kondisi ini sangat membahayakan jika volume kendaraan sedang tinggi.
Setelah periode arus mudik dan balik Lebaran berakhir, Kementerian PU akan segera membentuk tim khusus untuk melaksanakan evaluasi tata letak fasilitas istirahat tersebut. Fokus utama tim ini adalah penataan ulang desain fasilitas di lokasi-lokasi rawan.
"Khusus untuk kedua 'rest area' itu akan ditata ulang," tegas Menteri PU tersebut.
Salah satu poin penting yang akan menjadi fokus evaluasi adalah rest area yang tidak memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Fasilitas tanpa SPBU ini terbebani lebih berat oleh kendaraan yang harus berhenti untuk istirahat.