KABARWARTA.ID - Tragedi menyelimuti Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo menyusul kabar duka atas kematian dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara. Kematian satwa langka tersebut kini menjadi perhatian serius publik dan pemerintah daerah.
Kedua anakan harimau yang menggemaskan itu harus menghembuskan napas terakhir setelah terjangkit virus mematikan. Virus yang menyerang mereka dikenal sebagai panleukopenia, yang seringkali menargetkan populasi kucing besar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menunjukkan perhatian mendalam terhadap insiden menyedihkan ini. Respons beliau datang di tengah situasi sulit yang dihadapi kebun binatang tersebut.
Situasi Bandung Zoo memang sempat memanas setelah fasilitas tersebut disegel oleh Kementerian Kehutanan beberapa waktu lalu. Isu pengelolaan menjadi sorotan utama pasca insiden tersebut.
Farhan kemudian memberikan pembaruan mengenai perkembangan terbaru terkait kematian Huru dan Hara kepada media. Informasi ini sangat dinantikan untuk mendapatkan kejelasan penyebab kematian.
Ia memaparkan hasil analisis awal yang telah dilakukan terhadap kedua anak harimau malang tersebut. Analisis tersebut mengonfirmasi penyebab kematian mereka.
"Dari hasil analisa, kedua anak harimau Benggala yang masih berusia 8 bulan itu terjangkit virus mematikan yang biasanya menyerang ras kucing besar," kata Muhammad Farhan.
Selain memberikan keterangan tentang penyebab kematian, Farhan juga mulai mengungkap rencana strategis ke depan terkait pengelolaan Bandung Zoo. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Rencana masa depan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap manajemen dan standar kesehatan satwa di kebun binatang ikonik Kota Bandung tersebut.