KABARWARTA.ID - Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut enam nyawa terjadi di jalur rawan Kabupaten Majalengka. Peristiwa nahas ini melibatkan mobil Isuzu Elf yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Panjalu-Cikijing.

Insiden memilukan tersebut dicatat terjadi pada Senin dini hari, tepatnya pukul 23.05 WIB. Kecelakaan ini tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga menyebabkan belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Penyebab awal dugaan kecelakaan mengarah pada kondisi pengemudi yang tidak prima. Diduga kuat, sopir Elf mengalami kantuk saat kendaraan melintasi segmen jalan yang memiliki karakteristik menurun, licin, dan berkelok tajam.

Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga korban, salah satu penumpang yang berhasil selamat memberikan kesaksian penting. Korban selamat tersebut bernama Ratna Wulan, yang selamat dari maut dalam peristiwa tersebut.

Ratna Wulan membeberkan kronologi singkat mengenai perjalanan rombongan sebelum tragedi itu menimpa mereka. Rombongan tersebut diketahui berasal dari wilayah Karawang dan sedang dalam rangkaian perjalanan wisata.

"Rombongan ini sebelumnya melaksanakan kegiatan ziarah terlebih dahulu di wilayah Ciamis sebelum melanjutkan agenda wisata ke Pangandaran," ungkap Ratna Wulan. Kesaksian ini memberikan konteks mengenai durasi perjalanan yang telah dilalui rombongan.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa mereka sempat beristirahat sejenak setelah mencapai lokasi ziarah sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah jeda istirahat tersebut, rombongan kemudian langsung bertolak menuju destinasi wisata mereka di Pangandaran.

Perjalanan menuju Pangandaran ini merupakan rangkaian akhir dari agenda perjalanan rombongan tersebut sebelum dijadwalkan untuk kembali pulang ke daerah asal mereka. Informasi ini dilansir dari berbagai laporan awal yang dihimpun di lokasi kejadian.

Kecelakaan di malam hari pada jalur yang dikenal sulit tersebut kini menjadi fokus investigasi mendalam untuk memastikan seluruh faktor penyebab terungkap secara transparan. Pihak berwenang tengah mendalami dugaan kelalaian yang berujung pada hilangnya enam nyawa.