KABARWARTA.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan prediksi mengenai kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur untuk hari Kamis, 19 Maret 2026. Prakiraan ini mencakup variasi intensitas curah hujan yang diperkirakan terjadi sepanjang hari, mulai dari pagi hingga menjelang malam.

Pada periode pagi hari, masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi kondisi yang diperkirakan berawan, namun disertai dengan potensi munculnya hujan petir. Perubahan kondisi cuaca ini memerlukan perhatian khusus dari warga yang beraktivitas di awal hari.

Memasuki waktu siang hingga sore hari, BMKG memproyeksikan langit akan diselimuti awan tebal. Dalam kondisi ini, terdapat prediksi adanya potensi hujan dengan intensitas yang tergolong sedang.

Sementara itu, untuk kondisi cuaca saat malam hari, prediksi menunjukkan bahwa cuaca akan cenderung berawan dengan peluang terjadinya hujan dalam kategori ringan. Hal ini memberikan sedikit jeda dari intensitas hujan yang lebih tinggi di siang hari.

Selain itu, BMKG juga memperkirakan bahwa pada dini hari, beberapa wilayah di Jawa Timur dapat mengalami kondisi berawan tebal yang disertai lagi dengan potensi hujan petir. Ini menandakan adanya dinamika atmosfer yang cukup aktif sepanjang siklus 24 jam tersebut.

Mengenai parameter suhu dan kelembapan, "Suhu udara diperkirakan berkisar antara 13 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 52 hingga 100 persen," sebut BMKG Juanda. Parameter ini menunjukkan rentang suhu yang cukup lebar di wilayah Jawa Timur.

Angin diperkirakan akan bertiup dominan dari arah barat laut dengan kecepatan yang bervariasi, yakni antara 05 hingga 44 kilometer per jam. Arah dan kecepatan angin ini menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika cuaca harian.

Informasi tambahan juga disampaikan mengenai kondisi perairan Jawa Timur oleh BMKG Tanjung Perak, yang mencatat adanya perbedaan signifikan di tiga zona laut. "Di Laut Jawa Bagian Timur, diprakirakan hujan ringan dengan angin dari barat berkecepatan 23 knots (43 km/jam) dan tinggi gelombang 0,0 sampai 0,9 meter," ujar BMKG Tanjung Perak.

Kondisi di Selat Madura juga mendapat perhatian khusus, di mana diprediksi akan berawan tebal dengan kecepatan angin barat mencapai 21 knots (39 km/jam) dan tinggi gelombang relatif rendah. Untuk Perairan Selatan Jatim, diprediksi berawan tebal dengan angin barat daya 21 knots (39 km/jam) dan tinggi gelombang yang lebih tinggi, yaitu antara 0,8 hingga 1,9 meter, seperti dikutip dari suarasurabaya.net.