KABARWARTA.ID - Gelombang suhu udara tinggi yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini menyusul rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menempatkan ibu kota sebagai salah satu lokasi dengan catatan suhu tertinggi di Indonesia.

Menanggapi situasi cuaca ekstrem pertengahan Maret 2026 ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara. Ia memberikan pandangan resmi mengenai kondisi termal yang dirasakan warga ibu kota belakangan ini.

Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah peningkatan suhu udara yang signifikan. Ia menyarankan agar masyarakat tidak panik walau suhu terasa menyengat.

Saat memberikan keterangan pers seusai menghadiri kegiatan Andilan Kebo di Puskeswan Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada Rabu (18/3), Pramono Anung menyampaikan pesannya. Ia mengingatkan publik akan pentingnya menjaga keseimbangan emosi.

"Kota boleh panas tapi hati dingin," ungkap Pramono Anung, menggarisbawahi perlunya warga tetap tenang menghadapi tantangan cuaca ini. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredakan potensi keresahan publik.

Lebih lanjut, Gubernur Anung juga memberikan kepastian terkait langkah mitigasi yang akan diambil oleh pemerintah provinsi. Ia memastikan bahwa kondisi saat ini belum mendesak untuk dilakukannya intervensi atmosfer.

Hal ini disampaikan oleh Pramono Anung usai acara pelepasan Mudik Gratis yang diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/3). Keputusan ini diambil setelah evaluasi situasi terkini.

Pramono Anung menegaskan bahwa wacana mengenai rekayasa cuaca, seperti upaya menghasilkan hujan buatan, belum menjadi prioritas saat ini. Pemerintah berfokus pada imbauan adaptasi masyarakat terlebih dahulu.

Sementara itu, data yang dirilis oleh BMKG melalui akun resmi mereka, @infobmkg, mengonfirmasi bahwa Jakarta berada dalam daftar wilayah dengan suhu puncak. Data tersebut juga mencakup beberapa wilayah lain di Indonesia.