KABARWARTA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pelemahan pada sesi perdagangan Rabu (25/3). Kondisi ini merupakan kelanjutan dari tren koreksi jangka pendek yang membayangi pasar modal Indonesia setelah periode libur panjang.
Dilansir dari CNN Indonesia, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks masih berisiko turun ke kisaran 6.745 hingga 6.887. Namun, terdapat peluang penguatan kembali menuju area 7.176 sampai 7.238 pada perdagangan hari ini.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah," ujar Herditya.
Berdasarkan analisis tersebut, pergerakan indeks hari ini diperkirakan berada pada rentang support 6.991 dan 6.843. Sementara itu, titik resistance diproyeksikan berada di level 7.156 hingga 7.239 dengan rekomendasi saham mencakup BBYB, EXCL, HRTA, dan MBMA.
Senada dengan pandangan tersebut, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan bahwa indeks saham masih akan melanjutkan tren penurunan dalam jangka pendek. Target terdekat pelemahan ini mengacu pada area proyeksi teknikal yang telah ditentukan oleh pasar.
"IHSG cenderung dapat melanjutkan tren turun untuk mencapai proyeksi Fibonacci 100 persen dari wave (a) sebagai target terdekat wave (c)," kata Ivan.
Meskipun demikian, indeks berpeluang berbalik menguat menuju resistance 7.436 jika mampu menembus level 7.238 pada hari ini. Ivan memprediksi pergerakan indeks berada pada level support 6.900, 6.744, dan 6.587 dengan pilihan saham seperti BBCA, INCO, INDF, ISAT, dan PGAS.
Pada penutupan perdagangan Selasa (17/3) sore, IHSG tercatat berada di level 7.106. Angka tersebut menunjukkan posisi indeks yang menguat 84,55 poin atau terkoreksi sekitar 1,20 persen dari sesi perdagangan sebelumnya.
Mengutip data dari RTI Infokom, total nilai transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp23,88 triliun. Adapun jumlah saham yang diperdagangkan secara keseluruhan menyentuh angka 30,92 miliar lembar saham.