KABARWARTA.ID - Nilai tukar rupiah tercatat dibuka melemah pada perdagangan hari Rabu (25/3) pagi ini. Mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 30 poin atau setara dengan 0,18 persen dibandingkan penutupan sesi perdagangan sebelumnya.
Rupiah tercatat berada di posisi Rp16.928 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan pasar hari itu, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia. Pelemahan ini terjadi setelah periode libur panjang usai, menunjukkan adanya tekanan baru di pasar domestik.
Dinamika mata uang di kawasan Asia menunjukkan performa yang beragam pada pagi itu. Beberapa mata uang regional berhasil menguat, sementara yang lain mengalami sedikit penurunan nilai.
Yuan China tercatat menguat tipis sebesar 0,11 persen, diikuti oleh penguatan dolar Hong Kong sebesar 0,02 persen. Won Korea Selatan juga menunjukkan kinerja positif dengan penguatan mencapai 0,41 persen.
Di sisi lain, mata uang utama kawasan Asia lainnya menunjukkan tren yang berbeda; yen Jepang terpantau melemah 0,03 persen. Sementara itu, dolar Singapura dilaporkan berada dalam posisi stabil tanpa perubahan signifikan.
Pergerakan mata uang utama dari negara-negara maju juga menunjukkan variasi yang tidak seragam. Euro Eropa dan poundsterling Inggris dilaporkan stagnan dalam perdagangan tersebut.
Franc Swiss mengalami pelemahan tipis sebesar 0,03 persen, dan dolar Kanada juga sedikit terkoreksi dengan melemah 0,04 persen. Namun, dolar Australia berhasil menunjukkan pemulihan dengan penguatan sebesar 0,27 persen.
Presiden Direktur Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, memberikan pandangannya mengenai tekanan yang dihadapi mata uang domestik. "Rupiah masih mendapatkan tekanan dari perang Timur Tengah yang mendorong pelaku pasar lebih memilih aset dolar AS sebagai aset aman," ujar Ariston Tjendra.
Lebih lanjut, Ariston Tjendra menyoroti dampak dari kenaikan harga komoditas global terhadap neraca perdagangan Indonesia. "Masalah harga minyak mentah yang tinggi juga memberikan tekanan ke rupiah, karena ini berarti Indonesia akan membutuhkan banyak dollar AS untuk membeli minyak mentah," katanya kepada CNNIndonesia.com.