KABARWARTA.ID - Tercatat lonjakan signifikan dalam mobilitas kendaraan yang kembali ke wilayah Jawa Barat selama periode pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Angka total pergerakan kendaraan yang melintasi jalur tol di Jabar mencapai lebih dari 1,2 juta unit.

Periode penghitungan volume kendaraan ini berlangsung selama masa operasi yang telah ditetapkan, yakni dari tanggal 13 hingga 25 Maret. Data ini merefleksikan arus balik pasca libur hari raya yang terjadi pada tahun 2026.

Informasi rinci mengenai pergerakan masif ini diperoleh langsung dari sumber resmi kepolisian. Data tersebut dihimpun dan dipublikasikan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar.

Ditlantas Polda Jabar secara spesifik mencatat titik-titik utama yang menjadi jalur masuk bagi jutaan kendaraan tersebut. Hal ini menunjukkan konsentrasi arus balik pada beberapa gerbang tol utama.

"Sebanyak 1,2 juta kendaraan ini melintasi sejumlah pintu tol," ujar perwakilan Ditlantas Polda Jabar, menggarisbawahi besarnya volume lalu lintas.

Beberapa gerbang tol yang menjadi fokus utama dalam pencatatan volume ini antara lain Gerbang Tol Cikatama 1 dan 2. Gerbang tol ini menjadi salah satu pintu masuk vital bagi pemudik dari arah timur.

Selain itu, Gerbang Tol Kalitama juga tercatat sebagai salah satu titik krusial dalam pemantauan arus balik Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan distribusi pergerakan yang cukup merata di beberapa akses tol.

Pergerakan kendaraan juga terpantau melewati KM 211, yang menandai batas wilayah antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Titik ini sering menjadi penanda transisi wilayah bagi para pemudik.

Fokus pengawasan juga mencakup ruas Tol Japek II Selatan, yang merupakan infrastruktur baru dan penting dalam mengurai kemacetan arus balik. Hal ini dilansir dari laporan Ditlantas Polda Jabar mengenai pemantauan selama operasi berlangsung.