KABARWARTA.ID - Perdagangan akhir bulan Maret pada hari Senin (30/3) ditutup dengan catatan yang kurang menggembirakan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan tersebut mengalami sedikit kemunduran, menunjukkan adanya tekanan jual yang tipis sepanjang hari.

IHSG secara keseluruhan harus mengakui koreksi sebesar 5,38 poin. Penurunan ini setara dengan minus 0,08 persen dari penutupan sesi perdagangan sebelumnya, membawa indeks berakhir di level 7.091.

Dilansir dari RTI Infokom, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat cukup signifikan. Investor tercatat melakukan jual beli saham dengan total nilai mencapai Rp14,93 triliun.

Volume perdagangan juga menunjukkan perputaran saham yang besar, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai angka 25,10 miliar lembar. Angka ini mencerminkan minat yang cukup tinggi dari para pelaku pasar.

Pada penutupan hari itu, peta pergerakan saham menunjukkan mayoritas saham terkoreksi. Sebanyak 403 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 272 saham yang berhasil ditutup di zona hijau. Sisanya, 149 saham, bertahan stabil tanpa perubahan harga.

Analisis sektor menunjukkan adanya divergensi pergerakan di bursa domestik. Sektor keuangan menjadi penekan utama pelemahan indeks dengan catatan minus 1,28 persen.

Namun, sektor energi berhasil tampil sebagai penopang utama, membukukan kenaikan impresif sebesar 2,31 persen, sementara tujuh sektor lainnya berhasil mencetak penguatan.

Beralih ke bursa kawasan Asia, sentimen mayoritas terpantau bergerak dalam zona merah, yang kemungkinan turut memengaruhi pergerakan IHSG. Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan paling tajam, yaitu 2,79 persen.

Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong juga terpantau melemah 0,81 persen, sementara indeks Straits Times Singapura hanya mencatat koreksi tipis 0,03 persen. Hanya indeks Shanghai Composite di China yang menunjukkan perlawanan dengan penguatan 0,24 persen.